kapan indonesia jadi basis produksi??

Banyak pabrikan motor dunia mulai membuka pabrikan perakitannya diasia akhir-akhir ini, mulai dari ducati yang menjadikan thailan sebagai basis produksinya untuk asia, hyosung memperpanjang lengannya sampai di negerinya sahrul-khan india, dan masih banyak lagi. bagaimana dengan indonesia, kok negeri berjuta motor ini ga ada kabar menariknya, padahal indonesia menjadi salah satu penyumbang penjualan sepeda terbesar didunia…???

jangan hanya menempel stiker, buktikan sesuai denga selera konsumen

liat diekornya yamaha M1nya lorenso,”semakin didepan”, di motornya “pedrosa one heart/satu hati” apakah maksudnya itu, tentu sebagai penghormatankan untuk indonesia yang tlah berhasil mencetak penjualan yang meroket. seharusnya dengan besarnya penjualan sepeda motor diindonesia tidaklah cukup hanya memasang stiker di motor motoGP sebagai tanda penghargaan. yang seharusnya itu, motor yang beredar diasia itu produksinya diindonesia. bukannya dithailand sono yang penjualannya tak sehebat indonesia.

liat motor yang bro-bro pake, apakah itu desainnya indonesia?, tentu bukan kan, atau sudahkah sesuai dengan selera indonesia?. saya akan berikan contoh, pada  shogun 125 yang versi thailand udah pada injeksi dari dulu, kok diindonesia baru tahun 2009 muncul??. pada yamaha spark 135 yang ngetren disini jupiter Mx, dithailan sono udah injeksi bro, disini kok baru diubah pake cakram ma gigi 5 aja….???

kapan vixion kayak gini

sebenarnya gimana sih permonopolian dunia sepeda motor indonesia ini, indonesia yang menjadi gudangnya sepeda motor malahan jadi sebagai pengikut negara yang jelas-jelas ga ada apanya dipenjualan.

 

Llagi satu yang ada ga beres diindonesia ini, pada desain dan tampilan motor yang dikeluarkan disini. diindonesia selalu saja mendapat jatah downgrade’an dari persi negara tetangga, liat aja di yamaha vixion yang facelift mulu, remnyapun udah cakram dibelakang, india sono udah pake fairing bro…. malahan R15 diisukan udah berganti muka. Itu di yamaha, lain lagi digenerasi honda, desainya ga sesuai dengan orang sini, tiger mata peyang sebelah… eh dibalikin lagi pake bulet. CS1 katanya didesain sesuai selera indonesia, apanya….??? orang sedikit laku dibilang sesuai selera…?? nggak lah….

ga sesuai selera konsumen

dunia ini memang aneh, yang seharusnya jadi tidak seharusnya, yang sepantasnya jadi yang tidak sepantasnya, bilangnya sesuai selera eh kok malah melempem jauh…

maaf saya sebagai  orang kemarin sore yang ga tau apa-apa  mengeritik, kritikan saya bukannya benci terhadap si merek H merek Y atau merek S… tapi bermaksud membangun, menyarankan untuk memberikan yang sesuai dengan kemauan kita semua… hargailah kita sebagai konsumen yang panatik….

About these ads

About j4na

visite my blog www.speedlover.tk

51 responses »

  1. badboy mengatakan:

    Ikut prihatin hixhixhix..

  2. badboy mengatakan:

    Negeri ini cuma dijadiin cashcow doang bro. Tp perlu bercermin juga mungkin krn disini kebanyakan pungli jadinya investor pada malez…

  3. j4na mengatakan:

    @badboyibarat showroomnya mas!! Negri ini cma djdiin tempat pajangnya!!

  4. Tiyo 2010 mengatakan:

    Betul, iklim investasi yg ga menunjang, plus biro yg ribet dan berbelit, bikin para investor luar ogah buat R & D di marih

  5. dumsky mengatakan:

    dari dulu bro,
    contohnya aja motor kenceng eksotis 150 cc 2 tak
    dari honda nsr 150,yamaha tzm, suzuki rg 150 gamma, ama kawasaki kr 150(ninja) lbh duluan nongol di thailand di banding indo
    bahkan ada yg gak nongol sama sekali di indo kyk nsr sp(walau muncul lewat IU),rg 150 gamma ama kawasaki kr 150 se dan kawasaki serpico se(saingannya nsr sp)

    yg muncul di indo versi downgrade(ekonomis) semua kayak honda nsr r dan astra,suzuki rgr 150,yamaha rzr,kawasaki ninja r

  6. Gagah mengatakan:

    mungkin masalah di birokrasi gan, kan dah pada tau indonesia terkenal dengan pajak yang tinggi. korupsinya kelas kakap, banyak mafianya deh… mungkin buat mereka menjadi pertimbangan tersendiri….. tp ini menurut ane aja. hehehehe

    • j4na mengatakan:

      bner… msalahnya bukan disegi penjualan ataupun kualitas SDM sini… pemerintahlah yangkemungkinan menghambat masuknya tuh pabrikan…
      gimana indonesia mau maju…
      thamks

      • GusPur mengatakan:

        saya juga setuju bro pemerintah yang sengaja menghambatnya, yang pajak besarlah yang upeti inilah atau yang perijinan yang sulitlah dan segudang yang lain……saya turut prihatin atas semua itu tapi mau gimana kita cuman bisa bersuara tapi tidak bisa mengubahnya……

      • j4na mengatakan:

        so… pemerintahlah yang bertanggung jawab akan al ini.

  7. Momod mengatakan:

    Cmua juga pada tau, indonesia terkenal sbagai negara pengemplang pajak, pungli d mana2, sgala sesuatu kena pajak yang tuinggiii banget

  8. Momod mengatakan:

    Makan pinggir jalan ajah musti bayar pajak apalage masalah industri

  9. ridertua mengatakan:

    yah di thailand khan lebih “bersahabat” sama pabrikan motor….

  10. Idog mengatakan:

    kayanya bukan Buat Pabrikan nih kritik.

    tapi buat Gayus dan pengikutnya…..

  11. j4na mengatakan:

    @idog
    untuk semua mas, semua yang terkait!!
    Semua yang ga mau permotoran indonesia maju!!

  12. takada mengatakan:

    pemerintahnya ga mendukung produk dalam negeri …. kurang tegas.

    disini produsen otomotif bisa nyetir kebijakan pemerintah.

    masak selamanya cuman sebagai tempat penjualan saja. menyedihkan

  13. kodokijo mengatakan:

    Tragis emang… selalu dpt versi down-spec/entry level dan gak pernah dijadiin basis produksi. Utk hal pertama mungkin dilht jg selera market di sini, yg jujur aja lbh dominan milih motor yg harganya murah dan teknologi alakadarnya biar mekanik2 di kampung pun bisa nanganin. Motor full-spec pasti identik dgn harga mahal dan teknologi tinggi/terbaru. Nah… jelas di titik ini aja udah gak ketemu, ditambah lagi market motor premium jelas kecil sekali, untungnya gak seberapa, maka dari itu para ATPM mikir2 utk pasarin di sini.
    Hal kedua, jelas ini salah pemerintah kita yg gak mendukung terciptanya iklim investasi yg baik. Seperti yg udah disebutkan di atas bahwa birokrasi di sini terlalu berbelit2 yg emang sengaja dibuat utk dijadiin objek pungli, biaya silumannya juga sangat tinggi.
    Ya, mau gimana lagi? Kenyataan di lapangan emang seperti itu…

  14. sicoklatautis mengatakan:

    manthap bro. . .

    megoga ada titik terangnya nanti

  15. Triyanto Banyumasan mengatakan:

    karena dng yg ada sekarang rakyatnya jg masih mau dan laku jd mesti di komporin… Hai rakyat jng beli, jelek itu CKD, itu ga Indonesiais, itu Peyang…itu ini…ini…itu…
    Lho bingung dewek aku

  16. novriexx mengatakan:

    org luar angep orang indonesia g puny duit makany selalu versi ekonomis yg di kasi…..klo mau nyari sapa yg salah pasti panjang ceritany ampe kenenek moyang kita pun g akan mau ngaku,pemerintaah sekarang blg ini salah orde baru,orde baru blg bkn salah kami tapi salah orde lama dan seterusny…..kenapa kita kita sebagai bangsa yg besar kok bisa buat kenderaan sendiri….balik lagi kemanusia indonesia…klo g buatan inport g mau?????

    • trigan mengatakan:

      tentang orang ndonesia gak punya duit sebentar lagi kita akan lihat apakah hal tersebut terbukti atau tidak: Honda CBR 150R cbu thai tanpa downgrade (CMIIW) akan laku atau tidak di pasaran Indonesia. Saya berharap akan laku, sehingga mampu membuka mata para produsen motor sehingga berpikir ulang jika akan menjual motor versi downgrade untuk pasar Indonesia, khusunya motor sport… :)
      kita bangsa yang: benar sekali untuk jumlah penduduknya, sehingga menjadi pasar yang empuk, kenapa gak bisa buat kendaraan sendiri? membuat kendaraan dalam jumlah besar berkaitan dengan investor dan investasi, kalau dah sampai sini menyangkut banyak faktor lihat koment kotak hitam dibawah.

  17. karismanis mengatakan:

    bener banget bli.. Kapan yah indonesia jadi basis produksi? atau malah bikin atpm sendir kayak inspektur vijay dengan Bajaj, TVS dll nya. hmmm… ngelus dada :(

  18. dismas not dimas mengatakan:

    setuju… masak motor model CS1 dibangga – banggain… aneh euy… Blogger otomotif dah banyak. Bisa dilibatkan buat pemilihan desain bodi suatu motor. Ane sbg konsumen H**da kecewa…

  19. #99 bro mengatakan:

    ngapain bikin di indo lha wong dari sono aja dah laku…qqq

    investor takut ama gayus…

  20. kong mengatakan:

    motor yg laku dsni itu selera indonesia,klo gt uda bnr yg dilakukan atpm,g ad yg slh toh dr atpm?ngapain pusing liat produk luar,toh laku..piye to mas??

    • j4na mengatakan:

      trus apa dong yang diperdebatin waktu2 ni di kalangan blogger…. CS1, tiger lampu bego, vixion & byson yang masih tromol, mx tromol n baru2 ni udah ditambahin cakram pada new jupe mx. gmna???

    • trigan mengatakan:

      seperti katak dalam tempurung aja, dalam hal2 tertentu benar dan cocok diterapkan tapi untuk hal permotoran Indonesia maaf ya saya ndak setuju, sebagai konsumen motor kita berhak mendapatkan pilihan kualitas yang sama dengan harga yang sesuai.

  21. Triyanto Banyumasan mengatakan:

    Proses perpajakan dan pengurusan surat menyurat ijin dsb masih ribet jd yamaleslah..
    mungkin nunggu revolusi di mari baru bener x jg

  22. moyseventeen mengatakan:

    iya bro anda ada motor nasional pasti kan q bela mati2an hanya mimpi xixixixi nitip artikel bro http://moyseventeen.wordpress.com/2010/12/20/yamaha-vs-honda-gubrakk/

  23. Kotak hitam mengatakan:

    Setau ane kenapa ga di indo, faktor utamanya karna thailand atau india memberikan dan menawarkan segalanya lebih baik dari indo, yg paling memikat hati investor knapa pilih thai & india:
    1. Ditunjang dengan dukungan industri otomotif dari hulu ke hilir (indo kalah jauh)
    2. Keamanan, stabilitas nasional (indo menang tipis)
    3. Buruh murah, disiplin & ga brmasalah (indo kalah tipis)
    4. Letak strategis dgn dukungan infrastruktur (indo kalah tipis)
    5. Paket menarik dari pemerintah, bisa insentif pajak, regulasi, kebijakan otomotif, dll (indo ga ada, kalah telak)
    jadi bukan hanya pajak jadi bahan pertimbangan, investor hanya mau yg terbaik.

  24. kenapa ya…?
    sebabnya yaa,,, karena gayusnya buanyak banget disini,,,
    itu aja deh,,,

  25. dealer pulsa mengatakan:

    memang harus mulai dirintis

  26. kampretz mengatakan:

    atpm indo ngga punya rasa kebanggaan jika yg di jual di indonesia adalah yg terbaik.
    atpm indo cuma punya kebanggan jika penjualan spd motor di indo yg terbaik.
    atpm juancukk, konsumen geblekk, pemerintah asuuu.

  27. Rollerman mengatakan:

    yang asli desain Indonesia adalah Vixion,liat aja Vixion lahir tahun 2007

    sedangkan YZF R15 lahir tahun 2008

    ya setidaknya Indonesia berbangga sedkit lha krn mendesain motor yg mnjadi panutan banggsa lain (malaysia,Singapura,India ada VIxion tp beda nama)

  28. Ghost mengatakan:

    Mungkin males di Indo bnyak pajak pungli preman polisi tentara, demo rusuh radue utek.

  29. wong ndeso mengatakan:

    bukan cuma motor… mobil pun sama, indo selalu dapat yang down grade. padahal harga tidak jauh beda dengan yang versi built-up. kasihan bangsa ini…. moga anak cucu kita tidak merasakan apa yang kita rasakan sa’at ini, selalu dapat barang kualitas rendah dengan harga yang mahal.

  30. Motor Juara GP mengatakan:

    Seribu persen setuju dan bener banget… bahkan tidak hanya motor, mobil pun demikian…

    Apa sebaiknya konsumen berdemo dulu kali ya biar ga dikasih downgrade aja, sudah downgrade lebih mahal pula… :'( dan anehnya masih laku juga mungkin karena gak diberi pilihan)…

    jika memang karena ada oknum atau peraturan yang tidak memihak konsumen indonesia, lebih baik itu diungkap semua, dan bahas ulang… jangan berebut kursi politik aja. semoga wartawan otomotif, pecinta otomotif dan para konsumen bisa terus mengangkat hal ini…

    Terimakasih buat semua yang mendukung dan telah mengekspose hal ini… LANJUTKAN…!!!

    • trigan mengatakan:

      seharusnya pemerintah buat Peraturan begini:
      dilarang jual motor versi downgrade di pasar Indonesia
      atau begini:
      dilarang jual motor CBU di pasar Indonesia dalam jumlah massal.
      (sehingga harus dproduksi di Indonesia, kan lumayan tuh bisa diserap teknologinya, sekaligus membuka lapangan kerja buat ribuan orang)

  31. trigan mengatakan:

    cuma mau comment dikit, kenapa dunia permotoran di negeri kita selalu ketinggalan dibanding negara tetangga padahal pasarnya no.1 di asia misalnya, jawabnya karena justru karena tingkat penjualannya yang luar biasa itulah makanya teknologi yang di terapkan untuk motor2 yang dijual di Indonesia selalu ketinggalan.. mengapa? mungkin hal berikut yang ada di pikiran para petinggi produsen motor2 tersebut:
    “…… toh dengan teknologi yang cuma segitu dah menghasilkan penjualan yan luar biasa, ngapain harus diaplikasikan semua teknologi yang ada..”

    ibaratnya kartu trufnya disimpan2 buat tahun depan atau tahun depannya lagi, lihat2 gerakan kompetitor, atau malah jangan-jangan kompakan (baca:janjian) diantara para produsen motor sehingga gak saling makan pasar kompetitor (baca:rekanan) secara berlebihan, … bener gak sih? CMIIW…. maaf jadi kebanyakan… :)

  32. Peavey mengatakan:

    Karena negara indonesia ini termasuk salah satu negara konsumen, bukan negara produsen. Makanya negara maju melihat itu sebagai ladang bisnis bukan sebagai basis produksi motor yang menjanjikan.

    Kalo soal SDM, tenaga kerja banyak, lahan ada. Cuman mental ama moral masyarakatnya yang harus dibentuk, terutama kalangan birokrasi yang menggunakan sistem ”mata duitan” dan ”ongkang ongkang kaki alias pemalas” harus dihapus dari bumi indonesia!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s