mesin RC series dengan RPm yang menggila

coba bro semua baca di tabloid-tabloid motor, majalah-majalah motor, semuanya hasil tuningannya mengarah pada dua langkah yaitu bore-up dan stroke-up. dari kedua cara tuning diatas kesemuanya bertujuan satu, yaitu peningkatan power, bedanya ada pada letak power yang dikeluarkan.

jika bore-up bertujuan memperbesar kapsitas mesin dengan cara memperbesar silindernya. sedangkan pada stroke-up dengan cara memperpanjang langkah dari silinder. dari keduanya ini perbedaannya ada pada hasil output yang dihasilkan.

sekarang pertanyaannya, apakan dengan melakukan langkah diatas akan mengubah peak power??? jawabannya tergantung, ya tergantung langkah mana yang dipiulih, jika bore-up tanfa mengubah noken-as, maka peak powernya akan tetap berada di titik RPM semula, karena piston speed tidak terpengaruh oleh perubahan diameter pada seher. yang berubah itu power yang dihasilkan. beda dengan langkah stroke-up, peak power akan turun dari Rpm semula yang disebabkan panjangnya langkah dan juga piston-speed. makanya motor drag matic yang cenderung main di putaran menengah bawah, perubahan mesinnya ada pada stroke-up gila-gilaan.

beda dengan motor balap jalan yang treknya panjang-panjang bisa sampai 800m, dibutuhkan triakan mesin yang melengking sampai Rpm yang menggila, bahkan banyak motor yang sampai jebol segala. pertanyaannya… mengapa bisa jebol??? jawabnya ada pada piston speed dan pendingian, ntah pendinginan oleh bahan bakar yang kaya, oli mesin ataukah dari sistem pendinginnya sendiri, macam radiator/sirip-sirip. nah yang paling riskan ada pada piston speed, jika melebihi batas aman ya tentulah mesin akan cepat jebol. piston-speednya sendiri udah saya bahas disini.

rawan jebol

pada tulisan-tulisan saya yang telah lewat banyak terdapat pembahasan bore x stroke, seperti semua tulisan mengenai honda RC-series yang kesemua langkah mesinnya super pendek dan dengan Rpm yanmg begitu maut. apasih rahasianya untuk membuat mesin dengan Rpm yang menggila tanfa jebol….?? jawabannya ada pada langkan seher yang super pendek.

berkaitan dengan judul diatas, saya mau mengasi saran kepada mekanik yang mau gila, dan dibilang gendeng. saran saya dengan mengubah langkah mesinnya menjadi super pendek atau bisa dibilang juga stroke-down… waduh… kan ccnya jadi kecil dong, jelas… supaya kapasitas mesinnya kembali membengkak, lakukan perpaduan stroke-down dengan bore-up. kapasitas mesin pun kembali naik.

bore x stroke

apa dong kekurangannya selain kapasitas mesin yang mengurang pada stroke-down??? kelemahannya ada pada kecilnya torsi yang dihasilkan mesi, penanggulangannya pada pengubahan rasio gir, dengan memperbesar gir belakang atau memperkecil gir depan.

maaf usul saya tidak begitu waaah, namun mungkin bisa direalisasikan, ya siapa tau….

About j4na

visite my blog www.speedlover.tk

29 responses »

  1. LIONSTAR mengatakan:

    dari kmaren ane juga mikir kyk gini om… stoke down ft. bore up… hehe trnyata kita punya pikiran yg sama..tp ane si cuma berani teori, praktek nol besar😆

  2. Triyanto Banyumasan mengatakan:

    wah mesti mbredel jeroan mesin, mekanik gila ga cukup, alat mesti lngkap neh
    mangtablah kalo terealisasi

  3. ウィナ mengatakan:

    over bore…
    hayoo..digoyang

  4. farid21 mengatakan:

    Wah,bisa g dipasang di blade?hehehehe

  5. LIONSTAR mengatakan:

    @jana
    Tp klo konteksnya buat gila2an(ECU no limiter/karbu) ato turun sirkuit kan hrus bs berkitir d RPM yg lebih tinggi bli?… Soalnya para pesaingnya bs main ampe lebih dr 13k RPM..sementara dengan stroke segitu panjang, stang piston vixion cm aman sampe 10500-1100RPM(berdasarkan rumus yg pernah bli jana bahas hehe ), dan powerband dikisaran 8500-9000RPM.. kata bli jana kan makin pendek strokenya, maka makin tinggi RPM yg dapat dicapai(powerband jg), dan topspeed jg bs meningkat donk…. bukan begitu bli? CMIIW

  6. Triyanto Banyumasan mengatakan:

    buat harian ga recomended ya ? Biayanya berat jg kayaknya

  7. deny mengatakan:

    bro klo misalnya bore mtr 63.5 dan stroke mtr 47.5 ane gedein stroke nya jdi 50 tapi bore’y tetap aman gak bro.

  8. Maskur mengatakan:

    buat harian bisa dicari yang presisi……tapi..kalo ada masalah itu juga susah lagi…karena tidak standar

  9. LIONSTAR mengatakan:

    Iya MX sama persis ama vixion.. Klo ga salah scorpio jg deh.. 58,7mm..
    trnyata itu melanggar regulasi yah…baru tau..hehe trmasuk kelas FFA bli?
    klo gtu gmana ngakalinnya ya?
    Apa bs dengan mengganti dengan stang piston yg lebih kuat materialnya?

  10. LIONSTAR mengatakan:

    Iya MX sama persis ama vixion.. Klo ga salah scorpio jg deh.. 58,7mm..
    trnyata itu melanggar regulasi yah…baru tau..hehe trmasuk kelas FFA bli?
    klo gtu gmana ngakalinnya ya?
    Apa bs dengan mengganti dengan stang piston yg lebih kuat materialnya?
    Ato cukup dengan main rasio gear buat ningkatin top speed?

  11. gagah mengatakan:

    gan taksemudah itu merubah stroke dan bore, dalam merubah stroke atau bore kita harus mempertimbangkan kemampuan kruk-as itu sendiri, makanya dalam pengerjaan stroke Up atau bore Up simekanik pasti menghitung kembali berat kruk-as, biasanya setelah bore up atu stroke up kruk-as akan dikasih bandul lagi buat penyeimbang. pepatah Om Chia > kenali karakter part mesinnya baru dirubah. dijamin maknyus.

    • j4na mengatakan:

      emang bner bro…. tapi angan2 kan boleh…
      diperlukan peritungan matang tuk lakuin langkah ini, seperti mmperpendek kamrat, menggeser big-end,memotong blok,pembenahan rasio gigi yang harus close ratio, pengapian unlimiter… pokoknya banyak….

  12. azizyhoree mengatakan:

    materi seperti ini berungkali dinahas dahulu sama dosen saya😆 dan sebenarnya proses stroke down pernah dilakukan seorang team balap lokal, waktu itu saya dan kawan2 bengong, (sebagi orang awam mesin awal2 kuliah) lho kok turunin cc bisa membuat kencang???? nah jawabannya seperti yg bli j4na sampaikan😎 good job bli, salam from warung DOHC 😎

    nitip jualan:
    http://azizyhoree.wordpress.com/2011/01/17/dijual-scorpio-modifikasi-jap-style/

  13. kampretz mengatakan:

    wah, klo terlalu gila stroke down, ntar mentok pada perbandingan ratio n jumlah gigi transmisi untuk ngejar top speed, secara power band nya lebih sempit. Apa ngga makin report tuh nambah gear transmisi jadi 7, 8, ato 9 speed🙂

    Nah klo untuk motor matic mungkin lebih enak tuh, secara teori, membesarkan diameter puli.

    Btw, kenapa banyak motor bebek sekarang di modif pake CDI motor2 lama kyk shogun kebo? Coz shogun lama stroke nya pendek, jd tenaga mesin standar ngga akan bikin jebol mesin coz ngga akan bisa ngangkat ke RPM maksimal di gigi tertinggi nya. Beda ama motor2 sekarang yg over stroke, perlu di pasangin limiter di CDI, klo ngga banyak keluhan mesin jebol gara2 ngegas pol.

  14. gagah mengatakan:

    stroke panjang gesekan makin banyak, stroke pendek gesekan semakin minim, yang jadi pertanyaan berapa berbanding berapa ( stroke : bore ) yang aman untuk putaran/rpm tinggi. masalahnya kendaraan dikita rata2 1 piston, melihat dari spesifikasi motor lawas yang super kenceng saya menyimpulkan, langkah bisa dpiperpendek, tp jumlah piston ditambah untuk penyetabilan pada putaran. makin banyak piston makin kecil getaran yang ditimbulkan mesin. nah solusi buat motor2 1 piston gimana neh?. ada masukan kah……. sebagai contoh ducati aja yang cc nya badak menerapkan 2 piston minimal. klo 1 piston 1000cc terus langkahnya pendek, segimana gedenya tuh piston. n getarannya kaya gimana ya saat proses pembakaan…. wiiii serem

  15. Mekanik GLPRO LAWAS mengatakan:

    Penerapan stroke down & bore up untuk mesin 1 silinder dengan catatan kapasitas silinder tetap sama dengan kapasitas std sebelum di modifikasi. dapat dilakukan hanya pengerjaannya harus presisi dan cermat. Efek samping yang dihasilkan memang selain Hp bertambah, putaran mesin bertambah, juga torsi maksimum yg dihasilkan menurun. Kalau trek lurus dan datar spt jalur drag race mungkin torsi tidak banyak berpengaruh. Tapi jika digunakan sehari2 atau untuk road race yang treknya banyak tikungan dan tanjakan / turunan, Torsi sangat berperan penting dalam kestabilan putaran mesin. Ini dapat di siasati dengan menambah dan mengurangi bobot dari kruk as itu sendiri. dan jangan lupa untuk selalu merebalancing kembali kruk as yang sudah di modifikasi untuk mengurangi getaran mesin. Semoga bermanfaat….😀

  16. Iya nech ane jga pnya vixion lemot bngt tariknnya,krna lmgstroke mengatakan:

    Ane pnya vixion tariknnya lemot

  17. Koko Aja mengatakan:

    mo down stroke jupiter
    kira2 pake stang apa yaahhh???

  18. moch ridho mengatakan:

    buset karisma ampe jebol??//?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s