Tidaklah salah SLR menulis judul diatas, yaitu di tahun mendatang tidak ada lagi yang namanya karburator di motor-motor keluaran baru yang diedarkan diindonesia. Hal tersebut sudah duluan terjadi di negara-negara maju seperti eropa, yang namanya karburator telah jarang terpasang pada motor apalagi motor-motor kelas sport yang dominan memanjakan teknologi tinggi, injeksi merupakan gengsi bagi pabrikan. Hal itu juga diutarakan Vice President Director PT.AHM, Johannes Loman kepada DetikOto saat peluncuran Revo dan Supra terbaru. Motor Honda sendiri kedepannya akan memakai/ menerapkan sistem FI(Fuel Injection) pada seluruh lini produksi motornya, dan sekarang masih dalam tahap peralihan dari Karburator ke sistem injeksi ini.

Pertama kali sistem injeksi pada motor lokal diperkenalkan oleh Honda dengan Supra X125’nya dan diikuti oleh jagoannya Suzuki, Shogun 125 dan sampai sekarang sudah mulai bertebaran motor-motor yang memakai sistem injeksi ini, tak terkecuali motor sport dari Yamaha Vixion sampai Jagoan Sport 250cc Honda, CBR250R.

Sudah barang tentu peralihan injeksi ini akan mengalami bebrapa hambatan, selain dari segi konsumen yang belum paham apa itu injeksi ada satu paktor yang sangat menentukan namun sering juga disepelekan oleh pabrikan motor. Yaitu pada tenaga teknisi atau mekanik yang akan menangani motor injeksi ini, jika mekanik dari pabrikan mungkin sudah pada hapal seluk beluk dari penangan motor injeksi ini, bagaimana dengan mekanik ataupun bengkel yang Non-pabrikan?? Sudah tentu mereka akan sangat sulit meresap teknologi ini tanfa dukungan pabrikan juga.

Jika pabrikan menganggap mekanik/bengkel Non-pabrikan ini sebagai saingan dalam bisnis jasa servis-menyervis sebenarnya itu salah. Sebab orang yang mau menyervis motornya di dealer ataupun bengkel resmi  itu dengan bengkel non resmi beda segmen, ada dua karakter umum  pengguna motor dalam menyervis motornya, yang teramat setia dengan bengkel resmi dan yang kurang percaya pada kehandalan bengkel resmi. Karakter kedua inilah yang sulit ditangani oleh pabrikan motor, seberapapun pintarnya mekanik pabrikan, mereka tidak akan percaya. Orang-orang tipe kedua ini biasanya men’servise motornya ke bengkel resmi  hanya dikarenakan mendapatkan Layanan sevis gratis yang disertakan pada pembelian suatu motor baru.

Solusinya, dalam memasyarakatkan motor injeksi harus memerankan peranan mekanik non pabrikan juga. Jaring mereka, berikan mereka pelatihan juga, dengan pelatihan ini tentu mereka akan banyak tau bagaimana sistem injeksi itu, bagaimana penanganannya dan terkhir mereka akan memberikan informasi ke pelanggan bahwa mereka bisa menservis motor bersistem injeksi ini, maka akan timbulah efek timbal balik ke pabrikan. Dengan banyaknya mekanik yang bisa menangani motor injeksi ini, maka konsumen tidak lagi ragu membeli motor injeksi.

maaf sedikit pendapat saya, mungkin saja banyak terdapat kekeliruan dalam berkata-kata.

 

Iklan

About j4na

visite my blog www.speedlover.tk

20 responses »

  1. bejo berkata:

    pertamax pakai karbu

  2. tik-tak berkata:

    pertamax..

  3. choirul berkata:

    waduh ntar kalao cuma jadi sejarah motorku yang masih pake karburator gimana ya?

  4. tik-tak berkata:

    gagal pertamax…
    tpi yg dibawah’e…
    ywdah pke premium ajh…
    😀

  5. NanaRedPro berkata:

    ayo…ayo… koleksi karbu,sapa tau nanti jadi brang bersejarah
    SALAM KARET BUNDAR™

  6. idan_89 berkata:

    Pertamax..

    wah bener banget mas bro.. tentang tanggapan sampean tentang segmen konsumen terhadap pilihan mereka memilih menservice motor mereka di Bengkel pabrikan atau bengkel non pabrikan

  7. extraordinaryperson berkata:

    kayaknya sih masih lama banget kalo dimasi

  8. robotic_munky berkata:

    inget iklan thunder 125 ga??? tu iklan scara ga langsung ngejelek2in motor berteknologi injeksi . . . .

  9. hourex150l berkata:

    waaa, motor Saya karburator semua,, bisa gak ya di apgred ke injeksi Bro..

  10. dani berkata:

    YAH DULU PLATINA, SEKARANG CDI

  11. Kyoghi berkata:

    uda tuntutan jaman, demi emisi gas buang yg ramah lingkungan plus penghematan energi, sperti motor 2 stroke yg terseleksi alam akhirnya ilang sendiri, 5 tahun lagi pasti uda banyak banget yg pake injeksi……..

  12. kangmase berkata:

    kayaknya bengkel non pabrikan juga bisa belajar sendiri deh kalo emang motor2 keluaran baru dan injeksi semua….

    http://kangmase.wordpress.com/2011/03/18/pajak-kendaraan-bermotor-pkb-1/

  13. fery berkata:

    Itu kan baru kata salahsatu ATPM..maksudnya belum serentak.dan masih banyak motor2 yg msih menggunakan versi karburator bukan saja di indonesia tapi di eropa juga.ini baru rencana “kedepannya”,,karena tidk bisa serta merta menghilangkan motor2 yg berkarbu yg sudah beredar..IMHO…he he he nice info bli.

  14. broer berkata:

    enakan pake karbu donk, oprekanya gampang, cb cbr 250 injeksi, di oprek naik 2 hp aj susah dan mahalnya ga nahan, cb ninja 250r dg dana 5 jt aj bisa naik 4-5 hp. Lain halnya kl di luar negri cc besar2 g ush dioprek dah kenceng2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s