Jika balapan diindonesia masih sedang hangat-hangatnya untuk kelas bebek dan matic maka di dunia telah tercipta kelas balapan motor sport 125cc. Tentu Sport 125cc ini melombakan berbagai jenis motor laki macam R125 dan CBR125, diindonesia sendiri kelas ini belum ada namun untuk motor batangan berkapasitas mesin lebih besar hanya 1 merekan yang masih eksis yaitu OMR ninja, entah itu Ninja 150 maupun yang 250cc. Memang didengungkan akan dibuka kelas baru yang melombakan 250cc juga namun dipormat Open, semua motor sport 250cc dibolehkan ikut. tidak ketinggalan juga dengan minerva.

Balik lagi dengan judul diatas, yaitu ramainya balapan motorsport kelas 125cc dengan regulasi yang tidak begitu berat. Seperti seri balapan Canada dan european series yang ikut juga melombakan 125cc 4 tak ini, regulasinya sangat menarik yaitu pergantian body kit dengan tipe racing,external gearing free, carburator jetting/injector mapping,air-filter,ban,rem bebas,knalpot-free, pergantian pelek dan power dibatasi 14hp(on the wheel).

Dari regulasi tersebut sudah tentu balapan kelas 125cc ini sangat menarik untuk diadakan, apalagi dengan pembatasan powernya yang tidak boleh lebih dari 14hp, sudah tentu tuner tidak akan berani terlalu jor-joran men’tuning motor jagoannya. namanya saja balapan sudah tentu kan mekanik akan mencari celah agar motornya bisa sekencang-kencangnya tanfa menentukan biaya/budget, dengan pembatasan power ini sudah barang tentu mekanik akan lebih sulit untuk mencari celah yang dapat memperkencang motornya tanfa menaikkan power. Nah disinilah letak murahnya balapan 125cc, dengan tidak jor-jorannya mekanik men’tuning jagoannya biaya yang dikeluarkanpun menjadi relatif rendah, bahkan lebih rendah dari balapan bebek sekalipun.

Bagaimana dengan peluang indonesia, sangat besar… Disini jangan lagi ngomongin yang namanya motor 125cc dikarenakan sedikitnya atau tidak ada motor sport yang berkapasitas 125cc yang layak dibuat balapan, yang paling bagus dan murah adalah kelas motor sport 150cc, sudah tentu hampir semua pabrikan mempunyai jagoannya dikelas ini, honda dengan CBR150R, Yamaha dengan Vixion/R15, Suzuki dengan FXR150(semoga jadi direborn), kawasaki dengan ninja X(diisukan akan ada ninja 150cc 4tak),dan minerva dengan 150VX. Memang diantara semua motor itu ada powernya yang tidak berimbang tapi dengan pembatasan power sudah tentu akan membuat semua motor mempunyai kekuatan yang berimbang, semisalnya power dibatasi sampai 20hp. Perlakuan mekanik terhadap motor jagoannya akan berbeda pula untuk menyetarakan powernya agar mencapai power segitu, semisalnya si S powernya paling tinggi, tinggal tune dikit langsing bisa sampai 20hp… itu keuntungan si S, bagaimana dengan si M yang powernya paling kecil dan juga speknya paling rendah, ya boleh di tune lebih gila lagi agar bisa mencapai 20hp.

Sebenanya regulasi pembatasan power ini sudah banyak diterapkan didunia, kelasnyapun bukan kelas lokalan yang mengacu pada satu negara, tapi global. Di balapan rally dunia contohnya, semua kontestan dibatasi maksimal powernya sampai 300hp. tuningnyapun boleh seenaknya tapi tidak boleh diatas 300hp, bagian lain pun ikut dirambah yaitu kesetabilan dan akselerasinya.

maaf jika ada kata-kata atau artikel SLR diatas ada yang tidak berkenan. Usul SLR ini ditujukan ke kalayak banyak yang peduli akan balap permotoran dan juga juragan-juragan yang langsung terlibat di dunia balap.

Iklan

About j4na

visite my blog www.speedlover.tk

24 responses »

  1. tiktak berkata:

    pertamax…

  2. tiktak berkata:

    simak dlu ah…

  3. tik-tak berkata:

    pertamax..

  4. tik-tak berkata:

    btul..
    ada yg gampang kok malah nyari yg susah”…
    bnyk yg 150 knpa yg dicari 250???

  5. Virus berkata:

    wah bener juga ya, setelah di pikir-pikir analisanya bener…
    secara supaya pada gak komplain kyk nya jelas tenaga mongtor harus sesuai batasan, misal nya tadi untuk kelas 150cc tenaga maksimal 20hp…justru mengundang kreativitas mekanik gmn supaya makin kenceng tpi gk melanggar aturan…
    ahahahay…mantab mantab mantab…
    dan spertinya bakal bnyak merk yg bakal turun coz punya batasan jelas…dan mesin SOHC gk minder lawan mesin DOHC…jangan mesin UNICAM yaaa wkwkwkwkwkwwk…

  6. milu siram berkata:

    motor sport 125 mahal2 bli

  7. vanz21fashion berkata:

    setuju2 🙂 biar balapan indonesia ga melulu bebek

  8. new alun mx berkata:

    Bgmna klo cbr vs byson..??

  9. snalpot99 berkata:

    sport 125 cc thu CS1 udah ada..

  10. Kyoghi berkata:

    setuju banget……………….idup kelas 150cc, hapuskan kelas bebek n matic……………!!!!!!

  11. LIONSTAR berkata:

    yah di indonesia susah bro… mainnya bebek ama metik doang… uda gtu biaya balapannya mahal pula.. gda regulasi pembatasan power.. dui deh yg nentuin..
    pantas aja sampe sekarang pembalap kita susah buat bersaing d kelas supersprot atopun superbike.. pemupukannya dari bebek sih…. sedangkan di luar sana pemupukan pembalap umur 15 taunan aja udah pake yamaha r125 ato minimal nsr 50 ama aprila rs50.. indonesia? bebek ama metik muluuu.. balapannya alay.. motor buat ke pasar ko dipake buat kompetisi… capedeh…

  12. yukiko berkata:

    Race fxr 150 vs cbr 150 vs r15 vs ninja 150.

    *Jaaaah ninja 150 kabooor doeloean!!!

    • j4na berkata:

      tapi lebih mahal yang bebek, menurut M+ biaya turunin motor di indoprix/motoprix lebih besar dibanding turun di supersport 600cc ataupun sport 250cc/OMR ninja

  13. dendy berkata:

    memang kalo pembatasan tenaga bgus buat perusahaan lain yang specnya kurang kaya sohc.
    namun merugikan bagi yang berbobot berat.
    cth.
    ninja 250R dgn bobot 170 kg kalo di btsin tenaganya 30hp. Otomatis dia bakal kalah bhkn sama yang 1 cylinder kaya CBR Dan minerva coz power to weight nya ninja kalah. Paling bgus kalau pembatasan rpm misal 14000 nah kalo gitu kan imbang.

    • j4na berkata:

      kalau dibatasin kan sama dengan Rpm standar ninja dong mas, lagian CBR n megelli ga bisa mencapai RPM segitu….. lagi2 ga berimbang….
      bobot CBR itu hampir sama dengan ninja 250r

    • vanz21fashion berkata:

      itu kenapa dibutuhkannya mekanik yang bener2 handal 🙂 well, tapi semoga kalau ada pun di kemudian hari, aturannya relatif bisa berimbang.. masing2 tim harus bisa mengatasi kelemahannya masing2 dan meng-expose kelebihannya masing2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s