Jika ditengok hasil rata-rata  power motor sport 250cc silinder tunggal saat dilakukan dynotest mendekatai 2o-22hp dan diatas kertasnya 26-27hp. Sungguh beda dengan mesinnya Special engine 250cc yang rentang powernya berada di kisaran 30-35hp (dyno). waduuuh… jauh banget ketimpangan powernya..!!! Sebenarnya apa sih yang membuat ketimpangan itu begitu besar, apakah SE terlalu superior dibandingkan Sport  250cc khusunya CBR250R??

Nah kemungkinan mesin CBR250R ini masih sangat bisa dikembangkan dengan spek standarnya, tidaklah menyamai SE tapi setidaknya  mendekati torehan power SE sehingga bisa bersaing dengan mesin twinnya Kawasaki Ninja 250R. Mari kita selidiki ketimpangan power antara kedua kelas motor ini.

Pertama pada bagian BorexStroke Ratio mesin SE yang terbilang rationya lebih besar, bayangkan mesin SE memiliki stroke dikisaran 52-54 jika dibandingkan dengan kepunyaan CBR250R maka stroke CBR250R lebih panjang yaitu 55.0mm, itu artinya mesin SE dengan stroke lebih pendek dapat mendulang Rpm yang lebih tinggi, masih ingatkan bagaimana cara termudah meningkatkan power yaitu  dengan meningkatkan Rpm. Inilah kemenangan mesin SE dengan strokenya yang pendek sudah pasti akan bisa menghasilkan power yang lebih besar terbukti di maksimum power SE ada diatas 10.000Rpm sedangkan sport 250cc atau CBR250R yang sudah jelas spek mesinnya berada di bawah 10.000Rpm.

gambar dari Tmcblog.com

Kedua yaitu pada diameter sistem karburasinya, mesin SE memiliki diamter karburator/trottle-body yang beragam mulai dari 37mm sampai yang 50mm miliknya Honda CRF250, punya CBR sendiri berdiameter 38mm yang menurut SLR sudah sangat cukup. mengingat diameter karburator megelli jauh lebih kecil dari itu bisa mendulang power standar yang sama. Itu artinya masih banyak potensi dari penyetingan sistem pengabutan CBR, ntah itu remmaping atau memperbanyak pasokan bahan-bakar lewat piggyback.

ketiga datang dari ruang bakar mesin, yaitu kompresi. Jika dibandingkan dengan mesin SE, kompresi CBR250R terbilang jauh lebih kecil yaitu 10.7:1 sedangkan SE berada direntangan 13:1. Di paktor inilah sebenarnya yang harus ditingkatkan guna mendulang power yang tinggi.

keempat yaitu pengaturan ulang Noken-as dan sistem klep, dengan diterapkannya Roller rocker-arm pada CBR250R sebenarnya menjadi keunggulan pada putaran tinggi, dengan penerapan roller itu menjadikan gesekan antara noken-as dengan shim tidak ada diganti dengan roller yang bergesekan dengan noken-as.

Kelima ada pada bagian ECUnya , tanfa melakukan pergantian ECU sebenar bisa juga dialkukan penyetingan, yaitu dengan pemasangan Piggyback yang bertugas menipu sinyal dari sensor-sensor yang melekat disekujur tubuh CBR250R. Di dunia permobilan hal ini sudah biasa diterapkan.

Masih banyak lagi potensi-potensi Standar dari CBR250R yang bisa digali, tinggal ketelatenan mekanik yang bisa menggali sedalam-dalamnya potensinya untuk melawan twin cylinder ninja. Maaf jika diantara pembaca ada yang tidak setuju dengan pengamatan-pengamatan SLR diatas dan mungkin ada diantara brader yang punya pendapat lain dipersilahkan berbagi disini

About j4na

visite my blog www.speedlover.tk

20 responses »

  1. dui tyan mengatakan:

    pertamakkk

  2. dendy mengatakan:

    sebetulnya andai CBR memakai bore persis dgn kakanya yaitu Vfr 1200f yang 81mm. Maka power yang di hasilkan lbh tinggi. Coze pasti kan borenya 48,5mm dgn bore segitu Cbr bisa mencapai 13.000rpm lebih. Tapi entah kenapa honda lbh memilih piston fireblade.

  3. NanaRedPr☺ mengatakan:

    manggut2 aja,gak ngerti mesin canggih,tapi apa gak sayang ngacak2 mesin mahal gitu
    SALAM KARET BUNDAR™

    • Virus mengatakan:

      setujaaa…mesin mahal gitu klo di acak acak utk ngejar tenaga waduuuh…dan mnurut ane mending ambil ninja250 secara tenaga standar tanpa acak acak udah maknyuzzz banget…

  4. demungan mengatakan:

    Lha ntar klo si cbr udah dikorek seperti penjelasan artikelnya, logikanya si ninja juga ikutan di korek juga dong, klo mau di adu di sirkuit.

    Kecuali ada balapan yang namanya : Kelas sport 250cc Ninja standar vs CBR tune up, hehehehe…

  5. Kyoghi mengatakan:

    kalo uda gini yg penting skrg adu skill mekanik n pembalap, motor cuma sbg media tarungnya aja……..

  6. f41z mengatakan:

    klo melawan twin cylnya ninja bakal berat. dikejurnas aja CBR dah ganti knalpot full system,pasang piggyblack, ban BT 90 dan pembalap profesional AHM selisih bestlapnya 5dtk lebih lambat dpd ninja. padahal ninja cuma knalpot dan spuyer aja. klo liat tahun lalu sportisi pernah ngedyno sampe 34hpan on wheel

    • Anto mengatakan:

      Belum bro…tenang aja dulu, ini yang turun juga baru satu motor..Nanti kalo parts racingnya banyak pasti bisa lebih maju…Dengan banyak yg pakai balap, development juga lebih cepet….Baru pasang Piggyback ga mengeksplore kemampuan ECU seluruhnya…yang bener kudu ganti ECU stand alone

      BTW modif ninja ga cuma spuyer tokh lo di karburatornya…

  7. jimmy mengatakan:

    kgk mungkin menang..aturan superbike dah jelas..untk ngglwan slinder lbh bnyak cranya dg naekin cc nya..tw kan? ducati ma moge2 jpang? ninja 2 slinder harusnya d lwan dg cbr 400 cc mungkin…

  8. lexyleksono mengatakan:

    di blognya juragan rondo udh diulas tuh hasil kejurnas 250cc.. kelihatan memang sulit bagi cbr250r menandingi kecepatan n250r di trek balap macam Sentul.

  9. new alun mx mengatakan:

    klo dri segi aerodinamis sich kyakx bgus jga…

  10. dendy mengatakan:

    @ Rollerman cs1 dan Cbr 150R hanya sma kode mas mesinya beda. Karakternya juga beda. Cbr 150R bisa 13.000rpm krn strokenya pendek. cs1 bisa 11.500rpm karena strokenya pendek dan di limit ahm.

  11. warung DOHC mengatakan:

    aneh tuuh bli CBR 250 yg dipake di sentul kok pake yg C-ABS type? 🙄 (lebih berat dan manufer pengereman ga bisa semau pembalap)

    nitip bli

    http://azizyhoree.wordpress.com/2011/04/12/workshop-bedah-teknologi-cbr-250-r-ahtc-sunter/#comment-8460
    =======================
    http://azizyhoree.wordpress.com/2011/04/12/ketika-satria-fu-jadi-motor-freestyle/#comment-8468

  12. penggemar ninja mengatakan:

    yg pertama itu ECU Stand alone bt motor injection 1 silinder, klo itu dah ada di pasaran..baru menjamah ke sektor mesin, klo mesin semua mechanic pasti tau lah..:)

    tapi klo masih mengandalkan ECU std, susah untuk upgread performa soale dah disetting irit sama ECU nya

    Piss

  13. aina mengatakan:

    ga salah klo pilih cbr 250r ya..motor sport yg tak hanya bsa buat balapan tp co2k jga nih buat dperkotaan yg yg sering terjadi kemacetan dengan sistem pengeremannya yg canggih nie..

  14. Amama Ali mengatakan:

    stor jempol aja bli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s