berbekal mesin Loncin ikut meramaikan Gp125

Masih ingatkan dengan pabrikan motor china yang turun di Gp125, Loncin??? Begitu juga dengan Mahindra yang tahun ini turut bersaing di kancah Gp125, walaupun Gp125 merupakan ditahun terakhirnya sekarang. Walaupun tidak pernah menang, namun SLR tetap mengacungkan jempol pada kedua pabrikan tersebut. Salut dikarenakan semangat mereka untuk bisa turun di kancah dunia tersebut, bahkan mereka pun sebanarnya tau sangat sulit bersaing dengan memakai mesin buatan mereka. Akan tetapi Mahindra dan Loncin tidaklah kehabisan akal, langkah kerjasama pun dilakukan mereka dengan pabrikan eropa yaitu malaguti dalam menyediakan mesinnya. Setidaknya kedua pabrikan ini bisa menaruh nama pabrikan mereka di kancah dunia.

sama-sama memakai mesin malaguti berharap bisa bersaing di kancah dunia

Langkah kedua pabrikan Asia(india-china) ini sepatutnya ditiru oleh pabrikan lokal macam Minerva yang punya Megelli bisa dihandalkan untuk turun di Moto3, memang secara regulasi mengharuskan bagi si pembuat mesin menyediakan  mesin minimal untuk 15 pembalap. Minerva tidaklah perlu membuat mesin sendiri, cukup dengan membuat rangkanya saja dan mengambil mesin dari pabrikan pemasok mesin macam Honda, Suzuki, Yamaha dan pabrikan eropa lainnya.

siapa tau dari OMR bisa bersaing di kancah dunia

Pasti menang?? Sudah tentu tidak, butuh waktu lama untuk mencapai kata juara jika bercermin pada Loncin dan Mahindra,  masyarakat dunia tidaklah menilai dari juara atau tidaknya tapi keberanian dari pabrikan kecil ini untuk berani bersaing ditengah raksasa pabrikan dunia. Jangankan juara masuk 10 besar ataupun memperoleh poin saja sudah sangat diacungi jempol oleh penggemarnya ataupu oleh dunia. Bagaiamana dengan pembalap indonesia??? semoga ada yang mau turun di ajang dunia ini dan tidak hanya berkoar di nasional saja. SLR hanya bisa usul main usul saja tanfa ada sumbangsih secuilpun. Pokoknya Indonesia harus bisa ngomong dikancah dunia.

kunjungi juga Sport-bike blog

Iklan

About j4na

visite my blog www.speedlover.tk

9 responses »

  1. jangkrik user berkata:

    keduax..
    Amiin

  2. idadzzz berkata:

    regulasi menyediakan 10 mesin buat tim lain maksudnya apa?

    • j4na berkata:

      sudah SLR koreksi diatas, bukan 10 tapi 15, si pembuat mesin harus menyediakan mesin beserta kelengkapannya untuk 15 pembalap…
      thanks brader idadzzz

  3. kangmase berkata:

    ditunggu kiprah Viar atau Kanzen diajang Indoprix dll…

  4. Kyoghi berkata:

    balapan non anggota AISI dulu kayanya seru lo, Minerva 150VX, lawan Pulsar 180, lawan Viar Vix-R150, lawan TVS Apache 160, lawan Kaisar Vartec 150, sapa berani ngadain??????

  5. Ndeso Kluthuk berkata:

    Sip, ide brilian yang bisa ditiru….
    make mesin pabrikan laen dulu gpp, trus dikembangkan biar lebih kompetitif, bahakan pabrikan besarpun make cara ini, contoh
    Aprilia buat GP250 sbnrnya mesin dari hasil pengembangan Suzuki
    Derbi Gp125 make mesin dari Yamaha TZ125 yg dikembangkn
    Honda buat GP250 sampe 2009 make mesin dr Aprilia RS250
    so….. jika ada pabrikan nasional, cara ini layak dipake to….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s