Akhir-akhir ini banyak tersiar info jika Honda mematenkan teknologi yang ada disekujur tubuh CBR250R, yang paling teringat dibenak SLR adalah pada bagian Roller Rocker-Armnya yang ikut juga dipatenkan. Bagaimana dengan gambar dibawah yang sangat mirip dengan teknologi yang dimiliki CBR250R.

hayoooo apa penjelasan mengenai gambar ini jika dikaitkan dengan CBR250R??? Apa bedanya dengan kepunyaan CBR??

Bisakah brader-brader yang pada ngerti mesin jelaskan mengenai foto/gambar diatas!! Apa bedanya dan apa kesamaannya dan juga punya apa teknologi ini??? hayoooo… teka-teki nih..

kunjungi juga Sport-bike blog

Iklan

About j4na

visite my blog www.speedlover.tk

24 responses »

  1. myf berkata:

    pertamax hehey…

  2. shinichi berkata:

    kedua..!

  3. gagah Anugrah berkata:

    ternyata pengukurannya menggunakan dial juga.

    bli, ulans juga dong tentang penggunaan Dial, Buret dan Dusur Derajat.

  4. Kyoghi berkata:

    waduh itu mesin industri apa ya????? secara konstruksi sama percis seh…….

  5. Virus berkata:

    loh??? sama tuh, brarti udah ad pendahulu mesin kyk cbr250…bs bentrok patent tuh

  6. ivaelli berkata:

    mirip2 sohc 4 klepnya yamaha, bedanya camshaft terletak diatas dan menekan rocker arms yang terletak di punggung rocker arms tsb. mungkin gitu ya….

  7. Abu Tanisha berkata:

    lah…tempe aja dipatenkan jepang, coba aja indonesia export tempe, pasti jepang ngamuk2

    artinya selama ga ada yg patenin ya silakan aja dipatenkan, kalo mau ngomel2 yo silakan xixixixi

  8. Vespa Ijo Rider berkata:

    ane coba bantu jelasin..

    kalo gambar diatas.. ane kurang paham.. tapi itu gambar mekanisme cam shaft sistem DOHC (Double Over Head Camshaft engine)..

    kalo gabar yang bawah, pengukuran derajat (buka- tutup) cam menggunakan DTI.. Dial Test Indicator.. ane lupa istilahnya… dari situ bakal ketauan dalam 360 derajat, brapa derajat katup mulai terbuka, berapa lama bukaanya, berapa lama terjadinya overlapping (katup masuk dan katup buang sama sama terbuka, sampe berapa lama katup tertutup..

    wachhh pokonya kalo diceritain bisa panjang deccchhh… 😀

    nich elmu jaman ane STM dulu… 😀

  9. agungsevi berkata:

    mas bro, klo g salah liat, itu (gambar atas dan bawah) mirip tapi beda.
    yang atas, posisi klep in out lebih tegak!(karena letap pelatuk klep disisi dalam)
    yang bawah, posisi klep in out lebih tidur(karena letap pelatuk klep disisi luar)
    iya g???
    secara teoretis, maka semakin sudut klep itu tegak maka aliran campuran bahan bakar dan udara semakin homogen dan semakin cepat…
    mungkin ini yang dipatentkan, item kecil ini…

    http://agungsevi.wordpress.com/2011/04/26/setel-kemudi-pada-roda-4learn-never-stop/

    http://agungsevi.wordpress.com/2011/04/17/ban-motor-tahu-kan-sekarang-ganti-ban-mobil/

    http://agungsevi.wordpress.com/2011/04/16/kawak-ksr-akan-menjadi-monster-cilik-2011/

  10. john berkata:

    simple…serupa tapi tak sama
    prinsipnya sama, cuma beda di adjuster saja, CBR250R tidak menerapkan sistem adjuster (settingan mati) di ujung klepnya, sedangkan gambar yang bawah terdapat adjuster di ujung klepnya …

  11. info Yamaha berkata:

    xixixixixxi
    Yamahandfriends mengadakan blog awards. info selengkapnya klik aja di http://www.yamaha-friends.com/?act=articles&aid=858
    semoga berhasil friends

  12. ivaelli berkata:

    gambar terakhir kurang jelas, tapi kayannya ujung rocker armnya memiliki adjuster dan bentuk penekannya tidak memanjang. kalau dilihat dari posisi kiri gambar rocker arms sudah menekan kedua katup,posisi kedua sudah membuka. mgkn gt ya….hehe artikel yang menarik

  13. azizyhoree berkata:

    tentu saja yg dipatentkan itu pengaplikasian di motor, kalo di mesin lain seperti diesel engine / engine mobil sudah ada yg lebih dulu aplikasikan kalee bli, hanya mungkin beda design 😀

    • j4na berkata:

      bner bro,…. cuma beda desain saja…
      pernah juga liat di mesin disel seperti bro bilang… mirip banget…
      n kalo ga salah audi pun mirip banget desainnya

  14. chi berkata:

    itu beda bgt ,,
    yg bawah penyetingan layak’a tappet konvensional kaya honda blade, revo, new mega pro dll (cuma itu ada 2 valve perrocker arm) ,, dengan kata lain screw adjusting bisa dsetting celahnya ,, pengecekan celah’a pun cukup menggunakan filler ,, cukup sederhana ,,

    yg cbr 250 ga pake screw adjusting ,, settingan’a dah fix ,, pengukurannya celah’a pun bukan pke filler, tp pake plastic gage (aplikasi’a cukup rumit dbnding pke filler) ,, tp yg cbr design’a lebih rigid coz sedikit sekali faktor kegagalan dr fastening dan setting ,,

    cmiiw

  15. yudibatang berkata:

    yang penting nggak sama plek-plek… begitu juga diproduk mebel… asal gak sama plek, boleh tetep diproduksi.. 😀

    http://yudibatang.wordpress.com/2011/04/29/awasair-radiator-cepat-habis-bisa-menyebabkan-bubur-sumsum-didalam-mesin/

  16. speed berkata:

    terlalu sukar dipahami oleh kuli bangunan seperti saya hehe.. lanjut boz

  17. Chomenk berkata:

    Yang sama dengan CBR250 adalah design rocker arm nya, dimana gambar diatas sama2 menggunakan design model FORK. jadi roller ditempatkan diantara gagang platuk untuk kedua klep. Design seperti ini lebih simple dalam hal friksi roller yang hanya 1 roller untuk 2 klep.
    Dan juga dengan design seperti itu akan mengurangi beban mesin yang dikarenakan pendeknya rocker arm.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s