Bagi braders yang sekarang berumur 30 tahun keteas, tentu saat tahun 90’an akhir sangat akrab dengan yang namanya superbike bermesin twin. maksudnya bukan akrab dari bawaannya moge tersebut, tapi sudah akrab dengan nama-nama superbike bermesin twin itu, macam Honda RC51, Suzuki TL1000R, Aprilia RSV1000 dan Ducati 996 yang turun meramaikan ajang kejuaraan dunia moge masal tersebut. Di era itu yang menjadi tren dalam superbike adalah mesin twin khususnya V-Twin dikarenakan regulasi yang membatasi kapasitas mesin 4 silinder hanya 750cc saja dan 2 silinder diperbolehkan sampai 1000cc. Sudah tentu semua pabrikan saat itu sangat terpacu akan kapasitas mesin yang lebih besar.

Semua pabrikan motor pun terpacu saat itu dengan mesin V-Twin, kecuali Yamaha yang tidak punya mesin berjenis V-Twin. Jika dipikir-pikir waktu itu regulasi lah yang mengatur jenis mesin superbike yang turun. Regulasi bilang 1000cc harus dua silinder, ya pabrikan pun mengikuti dengan membuat motor-motor 2 silinder 1000cc. Beda dengan sekarang, regulasilah yang harus mengikuti setiap perubahan motor. Sebagai contohnya saat pertengahan tahun 2000 dimana regulasi antara 2 silinder dan 4 silinder dibuat sama kapasitas mesinnya. Ducati pun tidak terima dengan rule ini….regulasi pun berubah demi keinginan Ducati, untuk dua silinder diperbolehkan kapasitas mesinnya lebih besar lagi 200cc.

Balik lagi ke mesin twin, saat dijaman berjayanya mesin twin yang diawali Ducati, pabrikan lain pun mulai beralih ke twin, Suzuki dengan TL1000R yang bertampang sangat-sangat sangar, bahkan jika dilihat di jaman sekarangpun TL1000R sangat-sangat keren dan tidak kelihatan ketinggalan jaman, berpower 135hp dan topspeed 265kph. Aprilia diwakili oleh sosok keren RSV1000R dengan powernya yang mencapai 143hp dan topspeed 270kph. Honda yang sebelumnya mengandalkan RC45 dengan 4 silindernya V 750cc beralih ke dua silinder 1000cc dengan jagoan barunya RC51 yang berpower 133hp dan topspeed 272kph. Dan terakhir yang paling setia dengan mesin twin yaitu Ducati dengan 996, menghasilkan power 122hp dan  topspeed 259kph.

Lain dengan tahun-tahun ini, berbagai jenis mesin diturunkan oleh pabrikan. Mulai dari V-Twin(Ducati), inline 4(semua kontestan jepang dan plus BMW) dan V4 oleh Aprilia. Ditahun-tahun terakhir inilah kemungkinan bisa disebut dengan tahun-tahun peralihan jenis mesin, yang awalnya bermesin twin beralih ke 4 silinder. Dan ada juga yang secara meyakinkan tetap dengan keyakinan sebelumnya, V-Twin. Sebenarnya mesin berjenis yang mana sih paling bagus??? Sudah tentu masih-masing pabrikan akan menganggap jenis mesinnya lah yang paling bagus. Maka dari itu berbalik lagi ke pabrikan, menurutnya yang manakah yang paling baik maka yang itulah akan dipertahankan seterusnya.

Iklan

About j4na

visite my blog www.speedlover.tk

8 responses »

  1. smoothy blue berkata:

    bagus V4 cz torsi n power ngisi semua…

  2. nanared berkata:

    TL1000 Suzuki pernah liat satu kali dimakassar,ditumpak sama anak berseragam abu2.suaranya edan ngiler 100%
    nitip lapak bli,boleh ya…
    http://www.nanared.wordpress.com/2011/07/11/buat-kami-bangga-jagoan/
    SALAM KARET BUNDAR

  3. iopo berkata:

    ra mutu blas

  4. hendri berkata:

    ducati kayaknya tahun depan dah pake 4 silinder dengan superquadrata nya… bener 4 silinder kan mas bro yang 1199?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s