Suara senalpot kawasaki Ninja 250R itu sangat merdu didengar telinga, lembut kala gas dibetot dikit namun mengagumkan kala dibetot abis….nguuuweeeeng…..!!! Beda dengan motor single silinder yang suaranya biasa aja, malahan bikin telingan ini mau pecah aja jika dipasangin knalpot freeflow.

Sadarkah brader jika suara yang dihasilkan senalpot itu dipengaruhi oleh jumlah silinder, firing order dan juga paktor stroke??? Mungkin sebagian dari braders sudah pada tau ini, namun apa salahnya jika SLR memberikan braders semua bayangan mengenai perbedaan suara knalpot antara Twin paralel,V-Twin, 3 silinder inline,4 silinder inline dan V4. plus mesin lainnya.

let’s watch it bro…..

  • V-Twin Ducati, mencolok ketika saat mesin idle suaranya tidak menyatu

  • 3 silinder inline,suaranya hampir mirip dengan 4 silinder inline

  • 4 silinder inline,(bukan big bang/screamer) suaranya bulat dan lembut dari bawah sampai atas

  • V4, suaranya mirip seperti V-Twin, namun lebih gahar dari V2 dan juga suaranya membulat.

  • Big-bang, suaranya tidak lagi terdengar biasa, namun seperti mesin V4 padahal M1 sendiri bermesin inline 4

  • Long-stroke engine, suaranya terdengar terputus-putus, ini sudah menjadi ciri khas dari HD

Iklan

About j4na

visite my blog www.speedlover.tk

31 responses »

  1. nick69coolrider berkata:

    Sip nice info
    Seneng denger knalpotnya ducati

  2. taqi tiktak kembali berkata:

    kren ducati….
    ga di gas brantakan tpi pas di gas m,antaf….

  3. bennythegreat berkata:

    Utk ducati…itu L twin kali ya..bukan V twin

  4. Maskur berkata:

    Paktor apa faktor…
    Persi apa vesri

  5. Dho-oversize berkata:

    big bang= karakter’x halus sprti M1; screamer= kasar, liar sprti desmosedici..
    Paralel twin: mirip V4, ngebas & membulat..

    Naahh.. long struk yg kok suara’x bs putus2 bro SLR??

  6. bozqy berkata:

    video no 3 awannya spt. pulau kalimantan bli!! ada jg pulau sumatra!! hehehehe

  7. Aank Wijaya berkata:

    rata-rata kalo motor racing ato yang besar itu pake berapa silinder siiiih???
    pengaruh silinder itu apa yaaa????

    • j4na berkata:

      tergantung motornya bro…. Ducati terkenal akan L-twinnya, Yamaha dari superbike sampai motoGp setianya ama Inline 4, suzuki dan Honda terkenalnya dengan 4 silinder V atau inline….
      pokoknya beragam….
      pengaruhnya sudah jelas ke power yang dihasilkan mesin….. apakah mau di Rpm atas atau bawah, ducati dengan dua silindernya nyasar di Rpm 10ribuan sedangkan motor jepang dan BMW S1000 nyasarnya 12ribu keatas….

  8. nunoe berkata:

    4 silinder suaranya merdu…like it very much 😀
    triumph daytona yg 3 silinder, kata MCN sih suaranya kayak F1…iya aja lah, lha wong bikinan negerinya sendiri 😀

  9. ipanase berkata:

    asik, BRUMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM

  10. BintangSinga berkata:

    di luar negeri L-Twin juga masih digolongkan V-twin kok.. v-twin 90 derajat

  11. mechman berkata:

    GSV-R ma RC 212 V hampir sama suaranya, renyah tapi berisik, malah DUc Desmo mulai th 2010 suaranya kyk M1

  12. adoot berkata:

    harley bukan karnalong stroke, tapi karrena stang sehernya V, ato cabang getoo

  13. achmad haryadi berkata:

    mas SL lupa satu lagi!
    6 silinder mas!

    itu BMW K1600GT

    itu Honda CBX 1000

  14. achmad haryadi berkata:

    tapi kalo ini masalah 1 silinder CBR250 lebih inferior daripada Ninja
    tetep aja, sebenernya 1 silinder 250cc lebih unggul, ringan, irit, torsi melimpah
    dan kalau teliti, rear wheel horsepower cbr lebih baik, dari 26 di crank, 23-22 di ban
    sedangkan ninja mau diaku 31hp di crank tetep aja, di wheel cuma 25 hp
    artinya kalau satu waktu cbr250 dimodif sampai setara horsepowernya sama ninja 250, tenaga aslinya bisa jauh lbih tinggi!

    • j4na berkata:

      banyak faktor yang mempengaruhi di dalam mesin, bukan hanya jumlah silinder saja tapi Stroke… stroke disini berperan juga nentuin karakter motor dan keluaran powernya…..
      coba di xcek lagi blog SLR ini, udah dibahas kok… 🙂

      • achmad haryadi berkata:

        beberapa poin pada Honda CBR250 memang di set dibawah Ninja
        salah satunya kompresi (10.6:1 Vs. 11.1:1), dan dari informasi saya sewaktu saya di CBR250.net, teman saya di India mengamini bahwa kompresi ini jika dinaikan saja misalnya sama dengan Ninja 250 bisa mengeluarkan HP yang hampir sama, dan kemungkinan lebih baik karena rw hp yang lebih baik. juga piston yang digunakan CBR250 adalah (76.5X51.1mm) identik dengan fireblade bukan superduper short stroke, misal seperti S1000RR (80.1X49.7mm), menurut analisis saya, apabila piston seperti ini diaplikasikan, bukan tidak mungkin CBR250 bisa tetap 250cc tapi dengan tenaga sama ataupun malah melebihi Ninja 250!

      • joko berkata:

        trus kenapa gak dinaikin kompresinya, takut mesin jebol dan gak sekuat ninjakah? hehehe ketauan bahan baku mesin cbr masih kurang bagus.
        soal torsi memang cbr unggul tapi unggulnya juga cuma dikit, di 80kpj mungkin cbr unggul, tapi diatas 80kpj cbr wassalam oleh ninja. di jalanan angka 80kpj itu gampang sekali dicapai bahkan oleh bebek 100cc sekalipun,

  15. I agree with your 1 dengan 2 sangat jauh perbedaanya, apalagi dengan yang multi silinder | SPEED LOVER, superb post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s