Beberapa minggu yang lalu ada pesan masuk ke FB SLR yang menanyakan beberapa pertanyaan yang sangat puanjang lebar mengenai motor lokal, Achmad Terence Haryadi nama bro yang menanyakan dan berdiskusi dengan SLR mengenai konsep-konsep motor nasional ini. Pada intinya anak bangsa ini sangat ingin mempunyai motor dengan nama Indonesia dan kandungan Indonesia. Berikut petikan diskusinya:

  • Mang Jana

    17 Agustus

    Mang Jana

    • yoi bro…… gimana bro??

  • Achmad Terence Haryadi

    • wah sehat koq mas bro, hehe gimana denpasar??

    • mas slr ane pny beberapa pertnayaan niih

  • Mang Jana

    17 Agustus

    Mang Jana

    • baik juga bro dsni…. oh silahkan pertanyaannya…

  • Achmad Terence Haryadi

    • mas SLR, saya punya ide nih buat motor lokal, kelasnya sih misal aja 600cc, menurut mas SLR cocok dan kira2 model paling bagus apa ya? street fighter apa sport???

    • terus kira2 harganya dipatok 60-70jt misalkan

  • Mang Jana

    17 Agustus

    Mang Jana

    • bner bro…. jenisnya yang paling cocok itu yang streetfighter….. tapi dengan kapasitas mesin segitu tentu kelas orangnya akan lain yaitu kalangan the have. Nah.. the have ini biasanya lebih suka dengan yang namnya barang-barang yang kualitasnya pasti dan bermerek sudah terkenal. Jika pabrikan lokal mau turun di kelas moge sudah tentu akan sangat sulit mencari pembeli…. Minerva Fishcher MRX650 contohnya…… dikabarkan di Indonesia cuma laku dua saja… padahal dari segi harga sudah murah…

  • Mang Jana

    17 Agustus

    Mang Jana

    • kecuali mesin dan kesemuanya murni buatan indonesia sehingga itu bisa dimasukkan ke barang buatan lokal murni dan tidak ada pajak eksport/importnya… sudah tentu harganya bisa ditekan lagi sampai sekitar 70-80 jutaan…

    • sebenarnya masalah mesin Indonesia sendiri sudah sangat bisa membuat mesin motor, Vixion dan R125 contohnya, mesinnya sudah dibuat pabrikan lokal, jika diberdayakan sudah tentu akan menghemat biaya…..

  • Achmad Terence Haryadi

    • nah itu dia mas SLR, yang pengen saya tekankan, soalnya udah banyak yang bilang banyak banget di Indonesia yang bisa buat parts2 engine dll, katanya sih lebih bagus dan bisa 1/5 harga luar

  • Mang Jana

    17 Agustus

    Mang Jana

    • masalah mesin sebanarnya bisa mengambil copian dari produk moge 600-650cc milik pabrikan besar, hyosung misalnya mengkopi mesin Suzuki SV650 yang kemudian dipasang di GT650R…..!!! Indonesia bisa kok meniru langkah itu….

    • kemungkinan besar ada pada ketakutan pabrikan indonesia untuk bersaing dengan raksasa jepang

    • dan lebih memilih untuk mencari keuntungan daripada kegengsian…

  • sebahai pembuat motor lokal
  • Achmad Terence Haryadi

    • nah kalo buat mesin, saya sebenernya kepikiran buat enginenya V4, ambil basis dari RFV400, di boreup, dengan parts2 dari misal CBR600RR, yang kemungkinan ada commonallitynya

  • Mang Jana

    17 Agustus

    Mang Jana

    • V4 inilah sebenarnya biang mahalnya….sebagai buktinya Fischer dan Hyosung yang tidak mau memakai konfigurasi lebih dari 2 silinder dengan alasan mesin lebih dari dua silinder akan memakan biaya produksi yang lebih juga…. bayangkan dengan mesin 4 silinder akan membutuhkan banyak part2 dibandingkan dengan 2 silinder… atau bisa dibilang partnya hampir dua kali lipat… jadi biayanya akan berlipat menjadi dua….

  • Achmad Terence Haryadi

    • nah itu dia mas SL, ada beberapa alasan kenapa saya memilih V4
      1. Ukuran, karena V4 itu sangat2 kecil, dan setelah saya ukur2 ternyata bisa muat bahkan di motor CBR250, nah ini juga berati keunggulan buat motor ini supaya lebih user friendly buat orang2 asia
      2.Wide powerband, sperti yang kita ketahui V4 bisa mengeluarkan torsi lebih banyak.dan kemungkinannya apabila dipasangkan kepada mesin dengan redline 16000RPM (rata2 supersport) ini bisa menjadi keunggulan tersendiri
      3.Image motor yang berperforma tinggi, ini sudah sangat jelas, dan terbukti, dengan keberadaan honda VFR/RFV400 yang sampai saat ini the only supersports with V4
      4.Perfect bike for privateer, ini adalah fenomena yang sedang kita lihat di BMW S1000RR, yang performa standarnya saja sudah diatas rata2 superbike, dan apabila kita hubungkan dengan indosupersport yang sedang cukup menjadi highlights ini menurut saya cukup menggiurkan

  • Mang Jana

    17 Agustus

    Mang Jana

    • nah lagi-lagi kita berpulang pada biaya alias cost untuk memproduksi V4 itu… walaupun memakai basis VFR tetap saja akan membutuhkan yang namanya R&D…. isu berikutnya sudah tentu dengan isu ekonomis…… dunia kedepannya yang namnya bahan bakar akan sangat sulit dicari dan harganya pun akan terus melambung…. mesin V4 sudah tentu akan sangat rakus memakan BBM…. sama seperti kasus CBR250RR yang ditahun 90an dengan 4 silindernya… eh… 2011 malah dipangkas menjadi 1 silinder dengan alasan ekonomis…. ekonomis dikonsumsi BBM dan ekonomis di harga… Saya sendiri sebagai pecinta kecepatan sih sangat merasa beruntung dan setuju dengan mesin-mesin multi silinder… tapi gimana orang2 yang lainnya yang berkiblat ke arah ekonomis….!!

  • Achmad Terence Haryadi

    • haha iya juga sih, mas SL, sya jujur saja pencinta 4 silinder, bukan karena performa saja, suaranya itu lho, hhahaa
      mungkin kalau saya jejelin dengan parts2 seperti dual stage fuel injection, untuk injeksinya, terus pake anti-knock sensor, jadi walaupun ini motor misal punya kompresi 12.5:1 keatas tetap aman nenggak pertamax, walaupun lebih dianjurkan memakai Pertamax Plus

      kalau misal nih itung2an aja mas, bisa abis berapa yah buat R&D kayak gini?
      sebenernya sih saya gak cuma mau buat model ini, ingin menjadi 1 lineup komplit, dengan harga yang reasonable
      tapi semua model punya beberapa persamaan, nah ini yang ingin saya jadikan prestise, seperti misal Ducati dengan Ltwin(V twin) desmodromic valve, trellis frame, single sided swingarm

  • Achmad Terence Haryadi

    1. aluminum trellis frame, trellis frame biarpun lebih sulit dibuat, sebetulnya lebih unggul, karena lebih ringan, rigid tapi juga fleksibel, memudahkan dalam maintenance
    2.single sided swingarm, untuk memudahkan maintenance, dan juga mempercantik tampilan, heheehe
    3.V engine configuration
    4.full sized split seat, jadi macam seat honda cbr250, Kawasaki Z1000, yamaha FZ1, split seat, tapi full size, sehingga lebih nyaman
    5.adjustable footstep and handlebar height, untuk mengakomodasi segala ukuran rider, dan juga keadaan, jadi misal untuk harian, footstep rendah, stang agak tinggi, kalau mau dibawa trackday, tinggal adjust jadi sebaliknya.
    6.low profile pannier mount , jadi biarpun motor supersport, jika dibutuhkan bisa di equip panniers

    jadi intinya pengen supersport ini bukan hanya king of the track, tapi juga everyday hustler, long ranging sportbike, macam itulah hahaa

     

    Petikan diatas hanyalah sedikit keinginan dari anak bangsa yang kepengin mandiri dalam hal permotoran dan kepengin membangun bangsa ini lewat dunia permotoran yang mandiri. Bagaimana dengan braders semua tidakkan tergerak hatinya untuk mempunyai yang serba lokal namun memiliki kualitas internasional???

About j4na

visite my blog www.speedlover.tk

21 responses »

  1. Rollerman mengatakan:

    bukannya ingin mematahkan semangat seseorang nehh,tapi mending melakukan hal2 yang lebih realistis dulu.Mencapai Impian boleh2 aja asal memikirkan modal untuk mencapai impian tersebut.Kalo ujug2 (tiba2) langsung bkin motor kelas Moge,terlalu cepat dan asal2an.

    kalo menrutku sih (impian juga) kan d Indonesia udah bs buat mesin kayak Vixion LC4V,nah dari situ bisa dmanfaatin untuk membuat motor yang belum ada dpasaran saat ini (motor yang konsumen inginkan).Bisa aja bkin streetfighter 150cc dengan mesin SOHC LC4V (bisa long stroke ato overbore) dengan power yang bisa bersaing ato bahkan lebih ketimbang produk2 Jepang saat ini.

    ato untuk impian yang sedikit rendah ketimbang d atas,bkin bebek yang awetnya setara dengan produk Jepang dan desain yang gak kalah oke ketimbang produk Jepang.pasti murah lha kan industri lokal

    tapi sebelumnya monggo baca artikel bro Yudi batang: http://yudibatang.wordpress.com/2011/08/06/rumor-perjanjian-antara-honda-dan-yamaha-indonesia-sebelum-keluarin-produk/

    pada paragraf terakhir terdapat tulisan yang (mungkin) bkin impian2 anak bangsa ttg motor lokal menjadi luntur

  2. maksud saya dari paragraf terakhir itu justru didesain dengan kebutuhan, dan kebiasaan orang indonesia sendiri, yaitu menggunakan motor untuk setiap hari, dan ini lah yang saya utamakan, yaitu versatility jangan lupa juga reliability, performance dan juga yang menurut saya sangat penting khususnya di Indonesia yaitu good looking!!

    lalu kenapa saya ke motor 600cc??
    1.Walaupun tergolong motor besar, 600cc masih sangat mudah dan nyaman digunakan di perkotaan, powernya yang besar pun tidak menjadi masalah apabila digunakan untuk ke daerah-daerah.
    2.Untuk membangun brand yang kuat, motor ini digunakan sebagai semacam Halo bike untuk lineup kebawahnya, dan apabila ada pula lineup keatasnya, motor ini cocok pula digunakan sebagai training ke kelas berikutnya

    anyways, thanks for the advice, insya allah obrolan ini tidak jadi semata-mata angan-angan, amiiinnn

    • dio.jet mengatakan:

      kata bro Rollerman ada benernya tuh,Mimpi yang tinggi boleh-boleh aja,tapi harus melihat kemampuan diri sendiri.Lha Kanzen aja bkin bebek yang kualitasnya bagus aja belum bisa,padahal cuman Kanzen aja tuh yang di dukung pemerintah.Lha gmana kalo orang lain tiba-tiba bangun pabrik buat motor 600cc.Bisa-bisa dipersulit Pemerintah

      • nah ini dia yang menjadi tantangan kita semua
        bagaimana kita dapat merubah mindset kita yang selalu bangga dengan barang luar dengan produk dalam negeri, coba kita contohlah sebenci-bencinya kita termasuk saya terhadap malaysia, mereka bangga mempunyai proton, perodua, petronas, modenas, ini harus bisa kita jadikan contoh

        dan menurut saya kanzen taurus mempunyai problem sama dengan motor2 bagus tapi kurang laku seperti Honda CS1, Suzuki Arashi, ataupun kawasaki ZX-130, motor bagus tapi mempunyai tampang yang “unik” kalau bukan jelek, hehehe. nah kita harus tahu dan sudah bukan rahasia umum lagi bahwa konsumen Indonesia itu sangat sensitif dengan “tampang”. maka dari itu hal inilah yang membuat perdesainan motor disini harus lebih hati-hati dan lebih cantik, hehee

    • LIONSTAR mengatakan:

      bisa menjadi inspirasi:

      http://yudibatang.wordpress.com/2010/11/26/agus-riyanto-biker-sang-periset-ecu-programable-vixion-asli-indonesia/

      jujur aja dari awal proyeknya saya juga berfikir klo orang yg diatas itu muluk2 dalam memiliki impian… membuat piggyback dengan kemampuan melebihi powercommander, Juice box two brothers, dan malossi yang harganya berjuta2… dan harganya bakal diset pula di rentang harga kurang dr 1jt…

      akhirnya, semuanya terwujud.. tentu dengan perjuangan lah.
      walaupun piggyback tidak sama dengan motor, tp intinya tidak mustahilakn membuat produk lokal besaing dengan produk “terkenal”

  3. j4na mengatakan:

    mau lihat balapan OMR CBR250R seri 2 di thailand sono??? klik it: http://janavideo.blogspot.com/2011/08/this-is-1st-cbr250r-omr-you-must-see-it.html

  4. TDF mengatakan:

    dukung pindad bikin motor (gak cuma bikin panzer anoa):mrgreen:

  5. ipanase mengatakan:

    jossssss lah, mimpi dulu

  6. LIONSTAR mengatakan:

    haha… hidup berawal dari mimpi…
    doain aja suapaya mimpi itu kesampean.. toh yang untung bangsa kita juga klo punya motor V4, powerfull dan murah pula:mrgreen:
    apalagi klo tu moge harganya bersaing ama bebek jepang .. namanya ngayal.. aminin aja 😆😆

  7. justmyimage mengatakan:

    salam kenal mas bro

    justmyimage
    bt mzbro ahmad skedar share ..masukan dari mazbro2 di atas jempol abìs..tapi ada tapi’y mas ahmad

    bisnis yg di mulai dgn mengorbankan impian awal yg
    menggebu hanya akan menyisakan penyesalan walaupun itu berhasil..
    Saya sendiri punya konsep u/membuat motor lokal yg Qualitas internasional sperti maz ahmad hanya msh terkendala di cash..

    Konsep sy ialah motor diatas 250cc
    sy buat di indonesia bahan baku dan ilmuan 80% atw smpe 100% asli indo..dan sy sale di luar negeri dgn kerjasama pengusaha sono..dan kita juga buat motor yg limited ke L N Seperti yg di lakukan pengusaha jean dan tas tangan asli indo tpi buyer’y seleb2 amrik, eropa . Ausi & asia..tpi mereka di indo yg tau hanya segelintir aj krn kurang’y promosi di indo..

    Back to topic stelah motor sukses di luar negeri baru invasi ke indo dan tak lupa promosi jg bisa buat varian di bwh 200cc karena sudah punya image brand yg kuat.

    knp konsep sy harus ke luar negari dlu
    1. Sebagai pabrikan newbie klo langsung jual di mari berat bro sperti alasan bro2 yg diatas dan akan menguras cash flow & energi yg tidak sedikit bisa2 gulung kasur.

    2. Mind set brand konsumen indo masih terpatri prod luar negeri. U/ merubah hal itu butuh kerja keras yg extra. Maka itu simple’y built a good brand di L N aj

    3. Konsumen indonesia msh byk yg berpenghasilan di bwh manusiawi. Apalag motor yg 50jt keatas..

    Semoga sukses dan mdh2an konsep saya bermanfaat..amiin

    skedar mengingatkan
    bisnis yg di mulai impian awal
    walau berat kan terasa ringan
    justmyimage..

    • wah mas bro, terima kasih banget niih masukannya

      jujur saya juga sempat terpikirkan untuk menjualnya keluar dahulu, bukan kedalam. karena ya tadi itu, mindset orang indonesia cenderung susah ditembus, mau kita buat motor secantik apa juga, sebagus apa juga tetap sangat2 susah ditembus.

      tapi sebetulnya mas, kalaupun didalam sebetulnya saya terpikir untuk membuat motor ini untuk aparat keamanan (polisi) terlebih dahulu, selain untuk mengganti fleet Yamaha XJ900 mereka, juga untuk menstandarisasi semua jajaran motor mereka, ya seperti kita lihat saja motor polisi itu sangat beragam dari Yamaha Scorpio, Suzuki Thunder, ataupun Honda Tiger, jelas ini membuat logistik susah. dan apabila menggunakan motor 600cc, efek deterrent akan jauh lebih tinggi, kalau misal seperti ini, siapa juga berani melawan polisi toh motor mereka lebih besar, sehingga para pelanggar pun akan lebih segan. dan juga dari ini semua kita bisa membuat “Humvee effect” seperti yang kita ketahui, dulu Humvee itu cuma buat tentara saja, tapi karena Desert Storm 1991, pamornya pun naik, dan orang2 berbondong2 meminta Humvee, dan akhirnya jadilah Hummer.

      wah mas bro punya ide sama?? wah boleh nih, kontak2 aja nih yaa, heeheh

  8. justmyimage mengatakan:

    justmyimage
    wah bahagia jg bercakap2 dgn yg seide..apalagi bisa kontak2an dan kopdar ..klo berkenan ke blog sy cuma msh baru mas ahmad.. klo email sy ..wahyu.hdt@hotmail.com..sbelum’y terima kasih.

    back to topic..u/ menseragamkan motor2 polisi dan tentara indo itu baik mas tpi mohon maaf sy kurang setuju mas..
    Kenapa?justmyimage

    1.motor di kepolisian indo kenapa gado2 dan di bwh 250cc memang ad be2rapa hanya sj sperti PATWAL yg motor’y sperti yg di sbut mas tdi dan itu pun tahun lama…
    trus kebayakan motor kepolisian indo sumbangsih dri atpm indo yg di bawah 250cc kemungkinan biar perawatannya mudah..tpi tux show of force to the world g co2k pake motor itu..klo pke motor yg mas sbutkan tdi itu mah bikin gagah para polisi indo..

    2. Motor polisi bila diseragamkan pke motor 6oocc anggaran’y kemungkinan tidak mencukupi..apalagi polres dan polsek di pedalaman minim dana.justmyimage

    3. Kembali ke Anggaran yg di berikan pemerintah tidak akan mensuport u motor diatas 250cc sbb itulah kenapa pemerintah membuat regulasi max mesin motor 250cc di indo..biar rakyat indo yg membuat pelanggaran lalin msh bs di kejar oleh polisi indo.

    3. Untuk brand image humvee blum bs diterapkan di indo klo memaksakan hanya lost energy & cost alasannya seperti yg diatas jg blum bs di samakan pemerintah indo dgn negara maju..

    Semoga bermanfaat ..justmyimage

  9. justmyimage mengatakan:

    salam hangat mas speed lover

    justmyimage
    u mas ahmad maaf email y slah ketik
    jdi bila berkenan untuk köntak2an..ni email sy
    wahyu.hdt@hotmail.com
    trus makasih byk buat yg punya gedung mas S L..justmyimag

  10. forOTO mengatakan:

    mimpi dulu gpp. apapun hasilnya ane setuju deh, asal punya produk otomotif lokal berkualitas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s