Di tahun-tahun terakhir ini sudah semakin rame saja populasi dari motor sport, mulai dari yang murah sampai yang berharga muahaal, dari jenis Sport Fairing sampai yang Sport touring dan dari yang berpower besar sampai dengan yang powernya lumayan ueedan. Konsumennya sendiri terlihat dibikin pusing dengan banyaknya pilihan ini, ada yang mau bertampang keren namun murah… eeeeh… di aspek power kelemahannya. Mau yang kuenceng…. Yaaah… dari segi harga kurang. Pokoknya konsumen atau bikerz Indonesia dibuat bingung menentukan pilihannya.

Jika dipikir-pikir motor sport yang bagaimana sieh paling pas buat bikerz Indonesia yang penuh keberagaman ini??? Let’s go… Mari kita cek&ricek dulu. Pertama itu datang dari motor sport yang populasinya terbanyak yaitu yang berjenis Sport touring naked macam New Mega Pro-Tiger  & Byson-Vixion, sebenarnya motor jenis ini hanya perlu mempertahankan dua aspek. Aspek pertama dari segi desain dan torsi, karena populasi motor ini terbanyak dan merajai pemasaran motor sport Indonesia  makanya dibutuhkan desain yang memang benar-benar ciamik plus mengambil kiblat ke tampang moge macam Honda CB1000R atau Yamaha FZ1000. Desainnya ini janganlah nanggung-nanggung, semisalnya tampang sudah terinspirasi moge keren…eeeh satu aspek sengaja ga dimasukkan macam rem blakang yang masih tromol. Ada lagi satu dari segi tampang sudah, rem sudah keduanya berjenis Dish brake… eeeh bannya kurang lebar. Motor touring naked sudah pasti medan treknya bervariatif mulai dari tanjakan jalan berliku dan yang memanjakan tarikan awal. Sudah tentu torsi yang lebih dibutuhkan pada motor sport berjenis ini, namun apa benar aspek torsi sudah dipenuhi oleh motor jenis ini yang sudah rame beredar!! Ternyata tidak sepenuhnya sudah, ada juga yang masih jomplang dengan pakem torsi ini… Mungkin braders sudah taulah motor yang mana torsinya gede mana yang memble.

Motor Sport yang lagi rame dipergunjingkan sekarang ini tentu yang berjenis Sport fairing macam Ninja 250R & Ninja 150RR, Honda CBR250R & CBR150R, dan Minerva Megelli 250RV/RE & 150VX. Kesemua motor jenis ini tampangnya emang bner-bner keren dan menambah aura baru di permotor sport’an Indonesia. Sebenarnya apa sieh yang dibutuhkan konsumen dari jenis motor ini!!! Tiga Aspek harus terpenuhi dalam dinasti ini, pertama sudah tentu dari segi desain, kedua dari segi engine dan ketiga dari segi power (Aspek kedua dan ketiga saling berkaitan). Kita bahas desainnya dulu, mungkin kita sudah sepakat jika semua motor sport berfairing yang SLR sebutkan diatas tadi sudah pada keren-keren, walaupun masih ada beberapa yang ga keliatan selaras antara sisi depan dan belakangnya. Ada yang depannya udah keren… eeeh sisi belakangnya keliatan kayak motor touring… ada desainnya menganut eropa tapi desain dashboardnya yang kosong bopong… dan ada lagi deain depannya mantap tapi sisi buntutnya terkesan mengotak. Apakah di dunia ini tidak ada yang boleh didesain dengan sempurna… trus apa hanya rokok sampoerna yang boleh sempurna… he he he. Pokoknya dari segi desain, bikerz kepenginnya kayak motor macam Supersport…dari depan sampai belakang selaras. Berikutnya dari segi Engine & Power yang berkaitan dan ga bisa dipisahkan. Sesuai dengan jenis dan peruntukan motor sport fairing ini yaitu butuh kecepatan yang lebih dari motor-motor berjenis lainnya, maka Engine & Power sangatlah penting. Teknologinya harus midle to hight, semisalnya mesin musti DOHC atau yang bisa menyaingi (SOHC 4 klep), mesti 6 speed, mesti dan keharusan over bore, dari segi pengabutan mesti bersize besar atau berjenis injeksi dan bila perlu jumlah silindernya lebih dari satu macam Ninja 250R atau hyosung GT125R-GT250R. Power yang dihasilkan pun mesti diatas rata-rata motor sport touring, kasian nama saja motor sport berfairing jika torehan powernya masih…Memble….!!!

Yang ketiga yaitu jenis motor sport yang baru saja mulai marak dan rame berseliweran, pelopornya sendiri dari Kawasaki. Apalagi jika bukan dari jenis Dirtbike atau motor penggaruk tanah. eeeit…. ada juga motor berjenis ini yang tidak garuk tanah luooh, tapi garuk aspal macam supermoto. Di kelas ini Kawasaki’lah yang menjadi pemain tunggal dan tidak ada satupun kompetitornya, maka dari itu gimana pun dibuat motornya sudah pasti konsumen tidak akan beralih ke merek lain. Namun ada  satu catatan yang perlu di titik bawahi dan banyak kalangan pengguna yang mengeluhi ini, yaitu power yang kelewat kecil pada generasi 150cc dan 110cc (KLX-Dtrax & KSR) sehingga user perlu pembenahan besar pada mesinnya lagi (Bore-up plus lainnya).

Baru-baru ini ada satu motor sport berjenis sport touring naked yang telah meluncur dari pabrikan berlambang S.. Suzuki dengan Thunder 125, terlihat tidak banyak perubahan yang dilakukan Suzuki dalam pembaharuan motor ini. Hanya perubahan pada sistem koplingnya saja yang tidak begitu mencolok oleh kalangan bikerz. Yang dibutuhkan konsumen dari generasi terkecil thunderini adalah desain tampang dan sedikit Up-grade di mesin, jika aspek itu terpenuhi sudah pasti konsumen akan berpaling lagi ke arah Thunder 125 seperti beberapa tahu lalu.

Iklan

About j4na

visite my blog www.speedlover.tk

14 responses »

  1. bil berkata:

    tulisan yg ngayal doank…

  2. extraordinaryperson berkata:

    klx saya untuk dalam kota tenaganya cukup cukup saja….cukup sampe 100 kpj saja :mrgreen:

    http://extraordinaryperson.wordpress.com/

  3. pandahitam berkata:

    yang mesti :
    1. body keren kaga mudah kemakan waktu
    2. body bongsor, kekar.
    3. mesin responsif, Satu Cylinder kaga masalah yg penting DOHC. Twin pun malah lebih bagus asalkan harga murah.
    4. Suku cadang melimpah, accecoris untuk merubah tampilan juga banyak.

    Jaminan motor Monceeer.

    Nitip yak Blii…
    http://pandahitam.wordpress.com/2011/11/13/mengatasi-getaran-pada-cvt-mesin-matic-terutama-vario/

  4. kalo menurut ane Yamaha Scorpio 225 cc udah lumayan, tapi kalo bisa digedein lagi ccnya jadi 250 cc, terus pake rear disc brake, pelek 17 udah support ban minimal 130 kayak byson pasti keren banget.. yah kayak yamaha fazer 250 deh, tapi design anak negeri… jadi anak bangsa Indonesia makin banyak karyanya di dunia..

  5. Buat harian cukup yg silinder tunggal aja , buat hoby ya hrs beda , namanya hoby itu untuk kesenangan . . . Setidak tidaknya 2 cyl kalau mampu beli , syukur moge , hati puas dan senang hoby tersalurkan . . .

  6. 1111 berkata:

    utk 250cc ninja udah perfect lah, cuma kurang injeksi & speedo digital aja. Kalo bisa powernya dijadiin 40 hp kayak ex250r dulu.
    utk 200cc kebawah 1 silinder saja cukup, yg penting DOHC & injeksi, kayak duke, tapi harga yg murah

  7. ipanase berkata:

    susah,,,,,,,,,,,indonesia kan gaul

  8. bapakeValen berkata:

    buat saya, yg penting mudah/murah perawatannya, tangguh di segala medan…
    Ga semua orang bisa beli motor mahal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s