CBR250R dengan strokenya 55mm... yah pas sieeeh... tapi dibanding kompetitor???

selama mengenal rumus permesinan, sudah sangat banyak bilangan-bilangan angka yang SLR temukan. Angka-angkanya itupun sangat menarik dan dibelakang koma pun itu sangat berarti. jangankan ukuran CM, Milimeter pun sangat diperhitungkan… sepersekian mili pun masih juga diperhitungkan…. nah angka-angka di dunia permesinan sangat banyak peranannya. Di beberapa postingan SLR sudah banyak dibahas tentang yang namanya bore dan stroke, dari yang strokenya puendek sampai long stroke, dari over square sampai over stroke.

Nah kali ini masih nyerempet-nyerempet dikit dengan yang namanya Stroke, bukannya penyakit yang bikin orang ga bisa bergerak itu loh… yang ini stroke panjang langkah piston. Di dunia permotoran nasional motor sendiri didominasi oleh mesin satu silinder dan hanya si Ninin 250R saja yang secara resmi beredar di mari yang memakai konfigurasi twin. Laennya sangat setia denganyang namanya single cylinder…. Balik keleptop…..!!! Kembali lagi ke judul diatas, motor sport yang bermesin silinder tunggal itu harus ngotot strokenya antara 47mm-55mm. Why??? ya mesti..!! Apa harus mesti??? iyaaalaaah…!! Coba perhatikan motor-motor yang berpower edan bin bengis, mulai dari strokenya pualing pendek… ya itu tuh jagoannya Honda, ya siapa lagi selain Honda CBR 150R yang strokenya hanya 47.2mm, lalu jagoannya Suzuki si FU150 dengan stroke 48.8mm, jagoannya Yamaha datang dari si bengis 125Z dengan strokenya 54.7mm… motor-motor tadi itu rata-rata powernya bisa nyampe diatas 16hp dan bahkan lebih. Mau lebih edan lagi..??? Tuh Spesial engine 250cc 4tak  strokenya ada di rentangan 52mm sampai 53koma sekian mm, powernya pun sangat uedan… bisa 35hp keatas…!! masih kurang..??? Tuh tengok juga jagoannya Honda di Moto3, ya siapa lagi selain NSF250 yang powernya uedan sangat lebih dari 40hp dengan stroke sama dengan generasi Special engine yaitu 52.2mm. Nah lagi satu dengan stroke yang lebih panjang, namun mendunia yaitu mesin GP125 yang strokenya 54.5mm…. powernya… 50hp braoow..!! tapi putaran mesinnya dibatasi hanya 13000rpm.

seperti yang dulu-dulu pernah SLR bahas, stroke panjang itu sangat riskan pada ketahanan komponennya jika diajak terus menerus berputar di Rpm tinggi diatas 10.000rpm, dikarenakan banyaknya bidang kontak antara seher dan dinding silinder yang ujung-ujungnya menimbulkan panas tinggi daaaan… mas-masbro udah pada tau apa yang akan terjadi. So…. motor sport yang berstroke panjang, sama saja masih setengah hati dalam menjual nama sportnya, kecuali motor itu memang didesain dari segi tampang dan pemungsiannya untuk touring dan torqueable…. contoh-contohnya pun mas-mas bro sudah pada taukan… pertama Yamaha R15 yang strokenya puanjang… yaitu 58.7mm…!! Nah mesin R15 sendiri bukanlah didesain memang untuk sport murni seperti tampangnya yang real sport buanget, pada taukan mesin R15 itu pengembangan dari mesinnya Vixion… udah pada tau juga kan jikalau beda mesin vixion dan R15 itu hanya dari jumlah gigi persnelingnya. yang lainnya sama plek, kecuali detil-tetil kecilnya macam penyempurnaan port, camshaft, trottle body, injector dan map ECU. Lagi satu yaitu CBR250R yang baru beberapa bulan ini menjadi pergunjingan, dengan strokenya yang pas buanget yaitu 55mm, dan bisa dibilang honda membuatnya dengan pilihan antara keseimbangan torsi dan power. Entah disengaja atau tidak Honda membuat stroke CBR 250R berada antara batas long stroke dan short stroke….Tapi tetap saja CBR 250R masih identik dengan long stroke dibandingkan pesaing lainnya macam Megelli yang strokenya 11/12 dengan special enginennya Yamaha… YZF250!!! So… gimana menurut brader….??? are you agree if sportbike must short stroke????

About j4na

visite my blog www.speedlover.tk

11 responses »

  1. augusta mengatakan:

    2011 Kawasaki Ninja ZX10R mempunyai stroke 55 mm dengan red line mendekati 14000 Rpm, jika diitung piston speednya katakanlah mesinnya sanggup 13.500 Rpm, maka 13.500 kali 0.055 dibagi 30 hasilnya 24,75 m/s, sudah melebihi ambang batas piston speed yg aman bwt harian menurut Bli Jana ndiri, 21 m/s. gimana bli jana menjelaskan hal ini???

    • j4na mengatakan:

      masih ingatkan superbike itu terkenal akan komponennya yang kelas wahid….
      forged piston dengan bentuk super pendek, bahan atau material kelas mahal… dan banyak lagi… ya sudah tentu kuat digebuk sampai 14.000rpm

      • wijaya mengatakan:

        gp 125 komponennya juga gila
        2 tak tp berkompresi 18:1…terbuat dr apa tuh material mesinnya
        pantes powernya sangat besar

      • j4na mengatakan:

        sebenarnya bukan 18;1 bro, cara itung kompresinya beda…. dapat kompresi 18:1 itu dihitung dari keseluruhan isi silinder berbanding kubikasi ruang bakar, sedangak motor lokal macam ninja 150R dihitung dari ruang diatas lubang exhaust… jadinya ketemu hampir setengahnya…. misalnya:
        Kapasitas silinder diatas ruang bakar 80cc(total 150cc) sedangkan kapasitas ruang bakar 12cc.
        Vs + Vrb

        Rk = ————–

        Vrb

        80cc + 12cc

        Rk = ————–

        12cc
        = 7.6666
        Tapi jika kapasitas mesinnya dihitung penuh yaitu 150cc maka tentu akan berbeda hasilnya yaitu:

        150cc + 12cc

        Rk = ————–

        12cc
        = 13.5
        so….. mungkin saja kompresi yang brader sebut tadi itu hanya setengah dari 18:1 atau hanya 9:1 saja

      • bozqy mengatakan:

        trus yen monto kompresine?? bahan bakarnya ape bli?? tanpa sulut api langsung meledak!

  2. toti mengatakan:

    klo untuk motor bebek….( 125 cc ) ato ( 110 ) …stroke yg pas berapa mas…?

  3. Rollerman mengatakan:

    kayaknya selera orang seluruh dunia sama kalo beli motor berdasarkan tampang.
    1.di Eropa siapa yg gak kenal keganasan mesin 2 tak dari RS125.orang menilai pasti banyak yg beli RS 125 karena powernya yahud,eeehh malah YZF R125 dengan mesin long stroke lebih banyak dibeli karena soal tampang yg okee
    2.DOHC Satria FU pasti udah banyak yg mengakui akan kehebatannya.disamping itu harganya murah untuk sekelas mesin DOHC 150cc.tapi malah lebih banyak yang pilih Vixion yang harganya lebih mahal dengan mesin SOHC LC4V.
    3.SOHC Overbore CS1 emg sangat powerful,bahkan bisa melibas motor sport 150cc lainnya (kcuali Ninja 150 dan CBR 150).tapi malah Jupiter MX yang lebih banyak dipilih

    sebenernya bukan karena mesin yang begini ato begitu,tapi bagaimana produsen bisa menebak selera pasar dalam hal jualan

  4. artbar mengatakan:

    saya sdikit berbeda dengan mang jana…memang secara teori konstruktor/ pakemnya…..mang jana benar….namun harap dingat untuk mengkail power yg besar bukan hanya di lihat dari long or short strok…tapi bisa juga dari komponen lainya…pengapian misalnya… dan menurut pendat saya tentang short strok pada balap lbih condong kepada out put power yg smoot sehingga motor mudah di kontrol di banding long strok….karna percumah juga short struk apabila rpm di batasi bukan kah short strok jago di putaran atas…jadi saya kira regulasi rpm pada kendaraan harian atw balap dapat menentukan strok dari kendaraan yg ingin dibuat tsb…unutk itu mengenai short, long strok di balap or harian buat saya semua sama karna ga sedikit motor blp yg menggunakan long strok…ducati wsbk misalnya yg dikit lagi mau jadi juara dunia walau contohnya sdkt agak melenceng dari tema namun hal itu dapat mewakili long strok di dunia balap….dan 1 lagi yg mungkin saya kurang sependapt dengan mang jana yaitu tetang long struk yg cepat panas….justru saya berpendapat terbalik…karna menurut saya panas bukan hanya di timbulkan dari gesekan tapi juga ledakan pembakaran…sebagai contoh mungkin teman2 sering kali melihat dan membedakan suhu motor 2 tak dan 4 tak tentu lebih dominan 2 tak karna seringnya terjadi pembakaran…….. padahal bidang gesek motor 4 tak lebih banyak di banding 2 tak… namun tetap saja motor 2 tak lebih cepat panas …unutk itu saya berpendapat motor short strok lebih cepat panas karna lebih cepat terjadi pembakaran di banding long struk…trims mang jana…

  5. Goyip mengatakan:

    Short strooke boros…kalo dibikin irit pasti larinya nggeremet…tapi kalo dicolek dikit potensinya besar…untuk kencang…

  6. bli, menurut saya kenapa CBR250R dengan stroke 55mm, selain itu menggunakan piston yang hampir identik dengan Honda Fireblade, itu juga sebagai fitur endurance dari motor itu sendiri, ya seperti kita ketahui, semakin cepat engine speed, artinya lebih cepat aus dan panas, karena memang CBR250 tidak hanya dibuat untuk cepat, itu juga built to last! mungkin dengan alasan ini pula Yamaha R15 menggunakan stroke yang panjang. begitu bli menurut saya mah
    hehehe

  7. ipanase mengatakan:

    wow,……..makin pendek torsi kecil power gede

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s